<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Another Struggle of Me</title>
	<atom:link href="http://ginapriani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ginapriani.wordpress.com</link>
	<description>Tempat berbagi ilmu ..... agar kita semua waspada &#38; bijak menjalani hidup....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Sep 2011 15:57:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ginapriani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/43906e2b4cc1fd171a9b20244446b361?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Another Struggle of Me</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ginapriani.wordpress.com/osd.xml" title="Another Struggle of Me" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ginapriani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kenal phimosis……lebih dekat.</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 15:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[medical]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[phimosis]]></category>
		<category><![CDATA[sirkumsisi]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[                           dr.Gina Apriani M Jika anak laki-laki anda sering panas tanpa gejala lain yang jelas, apa lagi ditambah keluhan nyeri di perut. Maka anda sebagai orang tua harus cekatan memeriksa kelamin anak anda, Bisa saja anak anda menderita phimosis. Phimosis adalah suatu keadaan dimana ujung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=711&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;" align="center">                           dr.Gina Apriani M</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anak laki-laki anda sering panas tanpa gejala lain yang jelas, apa lagi ditambah keluhan nyeri di perut. Maka anda sebagai orang tua harus cekatan memeriksa kelamin anak anda, Bisa saja anak anda menderita <em>phimosis.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Phimosis</em> adalah<em> </em>suatu keadaan dimana ujung preputium (kulit luar penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah) melewati glans (kepala penis) yang biasanya dapat mengkibatkan obstruksi air seni. Bila hal ini dibiarkan terus tanpa ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan peradangan pada penis, ditambah klien yang mengalami phimosis ini akan menderita, karena akan mengalami nyeri bila sedang BAK.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/c0029572-phimosis_of_foreskin_with_candida-spl/" rel="attachment wp-att-712"><img class="aligncenter size-medium wp-image-712" title="C0029572-Phimosis_of_foreskin_with_Candida-SPL" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/c0029572-phimosis_of_foreskin_with_candida-spl.jpg?w=300&#038;h=241" alt="" width="300" height="241" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/c0085623-tight_foreskin_phimosis_-spl/" rel="attachment wp-att-713"><img class="aligncenter size-full wp-image-713" title="C0085623-Tight_foreskin_phimosis_-SPL" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/c0085623-tight_foreskin_phimosis_-spl.jpg?w=290&#038;h=271" alt="" width="290" height="271" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/m8650265-paediatric_balanitis_and_phimosis-spl/" rel="attachment wp-att-714"><span id="more-711"></span><img class="aligncenter size-full wp-image-714" title="M8650265-Paediatric_balanitis_and_phimosis-SPL" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/m8650265-paediatric_balanitis_and_phimosis-spl.jpg?w=259&#038;h=252" alt="" width="259" height="252" /></a></p>
<p><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/img0038/" rel="attachment wp-att-715"><img class="aligncenter size-medium wp-image-715" title="img0038" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/img0038.jpg?w=282&#038;h=300" alt="" width="282" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya yang mengalami phimosis adalah anak-anak kecil, karena biasanya juga bila seiring waktu menjadi dewasa dengan sendirinya preputium yang menyempit dengan sendirinya akan melonggar, tapi pada beberapa kasus phimosis masih tetap berlangsung sampai dewasa.</p>
<p><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/89549_1/" rel="attachment wp-att-717"><img class="aligncenter size-medium wp-image-717" title="89549_1" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/phimosis.jpg?w=300&#038;h=148" alt="" width="300" height="148" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Saya akan menjelaskan sedikit dengan bahasa orang awam agar para orangtua lebih mudah melihat perbedaan yang terjadi pada kelamin anaknya dibanding anak2 lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda dapat memeriksa kelamin anak laki-laki anda saat ia tidur, cara yang paling mudah tariklah kulit luar penis ke bawah jika pada tekanan maksimal kepala penis tetap tertutup, atau bahkan pada ujung kulit penisnya terdapat kemerahan, bengkak, kadang ujung penis disertai putih-putih tanda tarikan kulit bahkan nanah dapat kelur dari ujung penis yang tertutup kulit.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun pertanyaan mudah yang dapat kita tanyakan kepada anak/pasien kita: Kalau kencing sakit tidak? Kencingnya lancar tidak? sedikit-sedikit keluar air kencingnya? Atau kalau kencing, ujung penis menggelembung dahulu sebelum air kencing keluar atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;">Khusus untuk kawan-kawan yang mengerti USG, pada saat pasien anak kecil kita jumpai tidak bisa kencing dan pada hasil USG tampak bendungan di <em>pelviocalises renal </em>(saya pernah mendapat<em> </em>kasus anak kecil 21 bulan dengan<em> hidronefrosis </em>karena<em> phimosis)</em>, maka segeralah periksa kelamin anak laki-laki tersebut, kemungkinan besar <em>phimosis.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Penanganan <em>phimosis</em> yang terbaik masih dengan sunatan/sirkumsisi, selain lebih cepat, tidak berulang-ulang dan memakan lebih sedikit biaya dan waktu dari orang tua. Namun tindakan sunatan ini harus dilakukan oleh dokter yang telah berulang kali menangani kasus phimosis untuk mencegah terjadinya kesalahan fatal.</p>
<p><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/phimosis_treatment_02/" rel="attachment wp-att-718"><img class="aligncenter size-medium wp-image-718" title="Phimosis_treatment_02" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/phimosis_treatment_02.jpg?w=253&#038;h=300" alt="" width="253" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit pesan buat kawan-kawan dokter umum, jangan kaget ketika anda akan melakukan sunatan ketika anda membuka <em>preputium</em> maka anda kadang mendapati selaput semacam plastik yang menutupi <em>glans penis</em> (hati-hati membukanya) digunting saja sesuai kulit kuar yang di gunting mengelilingi <em>glans penis</em>, perhatikan sekali lubang kencing anak, jangan sampai ruptur, hati2 <em>frenulum</em>, ikat baik-baik perdarahannya.</p>
<p>Maka para orang tua….waspadalah……. J</p>
<p>Teman2 sejawat…. selamat menangani….semoga berguna J</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nara sumber :</p>
<p><a href="http://pusatkhitandanbedahminor.com/phimosis/">http://pusatkhitandanbedahminor.com/phimosis/</a></p>
<p><a href="http://www.khitanan-senomedika.com/index.php/artikel/62-kenali-kelainan-penis-anak-anda">http://www.khitanan-senomedika.com/index.php/artikel/62-kenali-kelainan-penis-anak-anda</a></p>
<p><a href="http://www.dermis.net/dermisroot/en/26638/image.htm">http://www.dermis.net/dermisroot/en/26638/image.htm</a></p>
<p><a href="http://www.causticsodapodcast.com/2010/10/12/sex-part-1/89549_1/">http://www.causticsodapodcast.com/2010/10/12/sex-part-1/89549_1/</a></p>
<p><a href="http://www.sciencephoto.com/media/148447/enlarge">http://www.sciencephoto.com/media/148447/enlarge</a></p>
<p><a href="http://de.wikipedia.org/wiki/Datei:Phimosis_treatment_02.jpg">http://de.wikipedia.org/wiki/Datei:Phimosis_treatment_02.jpg</a></p>
<p><a href="http://www.sciencephoto.com/media/93807/enlarge">http://www.sciencephoto.com/media/93807/enlarge</a></p>
<p><a href="http://www.sciencephoto.com/media/296090/enlarge">http://www.sciencephoto.com/media/296090/enlarge</a></p>
<p><a href="http://www.dermis.net/dermisroot/en/26638/image.htm">http://www.dermis.net/dermisroot/en/26638/image.htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=711&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2011/09/24/kenal-phimosis%e2%80%a6%e2%80%a6lebih-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/c0029572-phimosis_of_foreskin_with_candida-spl.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">C0029572-Phimosis_of_foreskin_with_Candida-SPL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/c0085623-tight_foreskin_phimosis_-spl.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">C0085623-Tight_foreskin_phimosis_-SPL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/m8650265-paediatric_balanitis_and_phimosis-spl.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">M8650265-Paediatric_balanitis_and_phimosis-SPL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/img0038.jpg?w=282" medium="image">
			<media:title type="html">img0038</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/phimosis.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">89549_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2011/09/phimosis_treatment_02.jpg?w=253" medium="image">
			<media:title type="html">Phimosis_treatment_02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DILEMA IMUNISASI MMR &amp; AUTISME</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/10/12/dilema-imunisasi-mmr-autisme/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/10/12/dilema-imunisasi-mmr-autisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 17:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[medical]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[MMR]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=631&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://immunizationclinic.wordpress.com/2009/04/28/autism-imunisasi-menyikapi-kontroversi-autis-dan-imunisasi-mmr/">Imunisasi MMR</a> adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur Edmonton atau Schwarz yang telah dilemahkan, Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan dan Antigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.</p>
<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-633" href="http://ginapriani.wordpress.com/2010/10/12/dilema-imunisasi-mmr-autisme/mmr/"><img class="aligncenter size-full wp-image-633" title="MMR" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/10/mmr.jpg?w=203&#038;h=152" alt="" width="203" height="152" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perdebatan yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autisme dengan imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa imunisasi MMR dapat mengakibatkan Autisme. Namun banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan bahwa autism <strong>tidak</strong> berkaitan dengan imunisasi MMR.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-631"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila mendengar dan mengetahui kontroversi serta perdebatan tentang imunisasi &amp; autis tersebut, maka jangankan masyarakat awam bahkan beberapa klinisi pun jadi bingung. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Bahwa benar saat ini seluruh dunia sangat khawatir dengen meningkatnya wabah penyakit menular akibar virus MMR yg menyebabkan meningkatnya angka kematian bayi dan anak. Lalu lantas jangan karena <em>imaginary scared</em>, suatu ketakutan yang tidak beralasan dan tidak terbukti mengenai vaksin MMR-autis ini, anak anda malah dihadapkan ke bahaya-bahaya nyata yang dapat terjadi bila tidak/menunda vaksin MMR, sebuah resiko tinggi yang tidak hanya berpotensi membahayakan jiwa, tetapi juga membuat cacat seumur hidup. <em>Please be smart, for the sake of your beloved children.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah bijaknya, jika anda lebih memperhatikan bahaya yang bisa dicegah dengan imunisasi MMR dibandingkan dengan ketakutan tak beralasan tentang efek autis yang <strong>katanya</strong> disebabkan oleh imunisasi MMR. Walaupun kebenaran tentang efek autis tersebut masih <strong>kalah data.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahaya yang dapat disebabkan virus MMR diantaranya : Mumps/gondongan bisa menyebabkan anak menjadi tuli. Virus measle/campak bisa menimbulkan radang otak atau viral encephalitis, dan bila terinfeksi bisa menyebabkan kerusakan pada otak, CP vegetatif (hidup – tetapi seperti tanaman akibat kerusakan otak) atau bahkan kematian. Virus rubella bisa menyebabkan bayi cacat (katarak, kelainan jantung, otaknya rusak dan kecil), dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita mengetahui efek diatas, masih inginkah anda menyelamatkan anak anda lebih dini, sebelum kesalahan anda yang lakukan justru mencelakai si kecil kesayangan anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun penelitian yang menunjukkan <strong>hubungan keterkaitan imunisasi dan autism</strong> hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi) autis. Secara statistik hal ini <strong>hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat</strong>. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus. Misalnya, bila orang tua anak autis berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan tersebut <strong>tidak bisa digeneralisasikan</strong> terhadap anak sehat dalam populasi lebih luas. Kalau itu terjadi, kita akan terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari penderita autism juga harus dihindari anak sehat lainnya. Jadi, logika tersebut harus dimengerti dan dipahami dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian dalam jumlah besar dan luas secara epidemiologis <strong>lebih bisa dipercaya</strong> untuk menunjukkan sebab akibat <strong>dibandingkan</strong> laporan beberapa kasus yang jumlahnya relatif <strong>tidak bermakna</strong> secara umum. Beberapa institusi atau badan kesehatan dunia yang bergengsi pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk tetap meneruskan pemberian imunisasi MMR. Hal ini juga menambah keyakinan, bahwa memang <strong>Imunisasi MMR memang benar aman dan tidak mengakibatkan Autis</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Para peneliti tentang <a href="http://www.pediatrics.org/cgi/content/full/107/5/e84">studi ini</a> mempelajari lebih dari 1.000 referensi yang ada di literatur ilmiah dan menggambarkan bahwa riset mereka <strong>tidak</strong> mendukung hipotesa bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme, gangguan spektrum autisme atau penyakit inflamasi usus.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="www.iom.edu/imsafety">Institute of Medicine</a> (IOM) Committee Rejects Causal Relationship Between Measles-Mumps-Rubella Vaccine and Autism Spectrum Disorder Pada suatu diskusi publik tgl. 23 April 2001, Komite institusi obat yang menelaah keamanan imunisasi mengeluarkan suatu laporan yang mana mereka menyimpulkan <strong>penolakan terhadap hubungan kausal/penyebab</strong> antara vaksin campak-gondong-rubela (MMR) dan gangguan spektrum autisme, yang dikenal sebagai autisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Studi pada 31 anak-anak di Finlandia dengan gejala-gejala gastrointestinal setelah kira-kira 3 juta anak yang divaksinasi. Dr. Peltola dkk, setelah lebih dari 10 tahun mengikuti efek samping-efek samping yang berasosiasi dengan vaksin MMR, menemukan <strong>tidak adanya</strong> data yang menghubungkan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan anak atau penyakit inflamasi usus.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut dibawah ini <a href="http://www.sehatgroup.web.id/?p=731">pernyataan sikap</a> dari berbagai pihak :</p>
<p>KONTROVESI AUTISME DAN IMUNISASI MMR</p>
<ul>
<li>Departemen      <a href="http://www.aventispasteur.co.id/artikel_004.htm">Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial</a>, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan      Ikatan Dokter Anak Indonesia mengambil kesimpulan bahwa <strong>tidak ada</strong> kaitan antara kejadian      autisme pada anak dengan imunisasi MMR.</li>
<li>Pernyataan      <a href="http://www.who.int/vaccine_safety/topics/mmr/mmr_autism/en/">WHO</a>: MMR <strong>tidak ada</strong> hubungannya      dengan Autisme.</li>
<li>Barlow WE      et al. <strong>Tidak ada</strong> konsekuensi      efek samping jangka panjang yang ditemukan sehubungan dengan pemberian      vaksin DPT dan MMR ( The risk of seizures after receipt of whole-cell      pertussis or measles, mumps, and rubella vaccine), N Engl J Med. 2001 Aug      30;345(9):656-61.</li>
<li>American      Academy of Pediatrics secara berkesinambungan merekomendasi para orang tua      untuk memvaksinasi penuh anak-anaknya untuk mencegah penyakit yang      berbahaya seperti campak. Walaupun ada usulan beberapa orang agar      kombinasi MMR dipisah, menurut kami <strong>tidak      ada alasan </strong>untuk melakukan hal tsb.</li>
<li>Charles G.      Prober, MD, FAAP, Bukti-bukti menunjukkan bahwa genetiklah, <strong>bukan</strong> vaksin MMR yang       menyebabkan autisme (Evidence shows genetics, not MMR vaccine,      determines autism), AAP News December 1999.</li>
<li>Brent      Taylor, mendapatkan kesimpulan bahwa kelompok anak yang <strong>tidak</strong> mendapatkan MMR juga      terdapat kenaikan kasus autism yang sama dengan kelompok yang diimunisasi      MMR, 1979.</li>
<li><em>Institute      of medicine</em>,      suatu badan yang mengkaji keamanan vaksin telah melakukan kajian yang      mendalam antara hubungan autisme dan MMR. Badan itu melaporkan bahwa      secara epidemiologis <strong>tidak terdapat      hubungan</strong> antara MMR dan ASD.</li>
<li>Dales dkk      seperti yang dikutip dari JAMA (<em>Journal of the American Medical      Association</em>) 2001, menyimpulkan kenaikan angka kasus autisme di      California, <strong>tidak</strong> berkaitan      dengan mulainya pemberian MMR.</li>
<li><em>The British      Journal of General Practice </em>mempublikasikan penelitian De      Wilde, pada bulan Maret 2001, Menyimpulkan <strong>tidak</strong> terdapat perubahan perilaku anak secara bermakna antara      kelompok kontrol dan kasus post vaksin MMR.</li>
<li>Jurnal      ilmiah <em>Archives of Disease in Childhood</em>, September 2001, <em>The      Royal College of Paediatrics and Child Health, </em>menegaskan bahwa <strong>tidak ada bukti ilmiah</strong> yang      mendukung adanya hipotesis kaitan imunisasi MMR dan autisme.</li>
<li><em>The All      Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health </em>pada bulan      Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR <strong>aman</strong>.</li>
<li>Beberapa      institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris termasuk <em>the      British Medical Association, Royal College of General Practitioners, Royal      College of Nursing, Faculty of Public Health Medicine, United Kingdom      Public Healt</em>h <em>Association, Unison, Sense, Royal Pharmaceutical      Society, Public Health Laboratory Service and Medicines Control Agency, </em>pada      bulan Januari tahun 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintah      Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang      sangat <strong>efektif</strong> untuk melindungi      anak dari penyakit.</li>
<li><em>The      Committee on Safety of Medicine </em>(Komite Keamanan Obat) pada bulan      Maret 2001, menyatakan bahwa kesimpulan dr. Wakefield tentang vaksin MMR      terlalu <em>premature. </em><strong>Tidak</strong> terdapat sesuatu yang mengkhawatirkan.</li>
<li><em>The      Scottish Parliament’s Health and Community Care Committee, </em>juga      menyatakan pendapat tentang kontroversi yang terjadi, yaitu berdasarkan      pengalaman klinis berbasis bukti, <strong>tidak</strong> terdapat hubungan secara ilmiah antara MMR dan Autisme atau Crohn disease.</li>
<li><em>The Irish      Parliament’s Joint Committee on Health and Children </em>pada bulan      September 2001, melakukan review terhadap beberapa penelitian termasuk      presentasi dr. Wakefield yang mengungkapkan autisme berhubungan dengan      MMR. Menyimpulkan <strong>tidak</strong> ada      hubungan antara MMR dan autisme.</li>
<li>Link-link      pernyataan yang <a href="http://file.upi.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.%20PEND.%20LUAR%20BIASA/195405271987031%20-%20MOHAMAD%20SUGIARMIN/KONTROVESI%20AUTISME%20DAN%20IMUNISASI%20MMR%202.pdf">mendukung</a> <strong>tidak      adanya</strong> hubungan antara autis- vaksin MMR :</li>
</ul>
<p><a href="http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/en/">http://www.who.int/inf-pr-2001/en/state2001-02.html</a></p>
<p><a href="http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/en/">http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/en/</a></p>
<p><a href="http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/questions/en/index.html">http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/statement200308/en/index.html</a></p>
<p><a href="http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/questions/en/index.html">http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/questions/en/index.html</a></p>
<p><a href="http://www.nap.edu/catalog/10101.html">http://www.nap.edu/catalog/10101.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya ttentu tak bisa dipungkiri pasti anda bingung&#8230;.begitupun saya, tapi anda berhak mencari <em>second opinion,</em> bagaimanapun ini hidup anak anda yang sedang kita bicarakan. Setiap hal yang diusahakan untuk kemaslahatan umat manusia tentu ada gunanya, begitupun vaksin. Vaksin mempunyai dampak kemanusiaan yang sangat besar karena diciptakan untuk mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit infeksi yang sering timbul dan mudah menular. Memang vaksin tidak memberikan proteksi 100%, tapi setidaknya bila si anak terkena penyakit yg sudah dapat vaksinnya, maka kerugian yang ditimbulkan akan sangat berkurang. Bukankah mencegah sebelum terjadi jauh lebih baik daripada mengobati?</p>
<p style="text-align:justify;">Mulailah berpikir untuk membuka pemikiran anda, apa yang terbaik untuk orang lain pasti juga yang terbaik untuk kita. Artikel ini saya kumpulkan, semata hanya untuk bekal menepis isu negatif tentang vaksin MMR karena kebenarannya vaksin MMR bukan penyebab autisme. Apapun pilhan anda, saya hargai, semoga itu bukan pilihan yang buruk yang ada pilih untuk buah hati yang anda kandung selama 9 bulan bulan penuh. <em>Start to think!!!from now on</em>&#8230;. Berpikirlah cepat dan mulailah sekarang&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=631&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/10/12/dilema-imunisasi-mmr-autisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/10/mmr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MMR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Memaafkan&#8230;..</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/09/fenomena-memaafkan/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/09/fenomena-memaafkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 16:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[memaafkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran adalah moment kemenangan (bagi yang menang,baca: menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sepenuh hati), sekaligus lebaran di nobatkan sebagai ajang saling memaafkan terbesar dalam negeri kita ini (yang mayoritas beragama islam). Namun arti terbesar di balik adanya Ramadhan salam tiap tahun Hijriah adalah sebagai tempat kita &#8216;menegur&#8217; hati, untuk sejenak berhenti menjalani hidup dan mengamati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=613&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><a rel="attachment wp-att-614" href="http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/09/fenomena-memaafkan/idul-fitri-card/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-614" title="idul-fitri-card" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/09/idul-fitri-card.jpg?w=272&#038;h=300" alt="" width="272" height="300" /></a>Lebaran adalah <em>moment</em> kemenangan (bagi yang menang,baca: menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sepenuh hati), sekaligus lebaran di nobatkan sebagai ajang saling memaafkan terbesar dalam negeri kita ini (yang mayoritas beragama islam). Namun arti terbesar di balik adanya Ramadhan salam tiap tahun Hijriah adalah sebagai tempat kita &#8216;menegur&#8217; hati, untuk sejenak berhenti menjalani hidup dan mengamati kesalahan pribadi. Sehingga lebih afdolnya Lebaran bukan hanya moment untuk unjuk baju baru, unjuk pacar baru tapi sebagai wadah untuk menyadari kekhilafan diri kepada diri sendiri, keluarga dan bahkan alam yang kita tinggali. Sekaligus sebagai ritual silaturrahmi untuk saling mengenal dan menjalin tali kekeluargaan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"> Kata yang paling banyak digunakan saat lebaran adalah maaf. Maaf adalah sebuah kata yang fenomenal (setidaknya untukku^_^)&#8230;maaf lahir bathin berarti maaf dikata maaf dihati (hanya berlaku untuk orang-orang tulus ^_^)&#8230;.lalu apakah kau termasuk orang-orang yang tulus ?, tentu bukan dirimu sendiri yang menilai ketulusan dirimu, tulus berarti memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain serta tetap berlaku sewajarnya bahkan memperlakukan &#8216;lawan&#8217; kita sebaik mungkin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><span id="more-613"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Diantara beberapa orang yang hidup di bumi kita ada beberapa orang yang bahkan tidak memberi maaf dirinya sendiri, memaafkan dimulut tapi dihati tidak, memaafkan dihati dan dimulut namun belum bisa bersosialisasi seperti sewajarnya, adapun yang  memaafkan dan melupakan hal yang telah usai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Mudahnya kata maaf dapat digunakan oleh beberapa orang tanpa ada perasaan risih karena sudah terbiasa menggunakan kata maaf dalam setiap kalimat yang dia hendak utarakan, misalnya: &#8220;maaf pak, saya boleh bertanya?&#8221;, &#8221; maaf, kaki anda menginjak kaki saya&#8221;, &#8220;maaf, kamu terlalu baik&#8221;, maaf pak dompet bapak jatuh&#8221;, contoh beberapa penggunaan kata maaf diatas sungguh tak diperlukan karena tak ada yang perlu dimaafkan atau tak ada yang salah di lakukan oleh pengguna kata maaf tadi, hanya kebiasaan lafal yang untuk beberapa orang terdengar aneh atau bahkan sedikit lucu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Diatas semua itu, maaf dapat berarti segalanya, sepenuh hati untuk diutarakan karena takut menyinggung atau bahkan karena sangat menghargai seseorang maka kata maaf sacral digunakan. ada yang sangat sulit menggunakan kata maaf sehingga tubuhnya kadang kaku hingga demam saat akan mengucap kata maaf, ada yang sangat sulit mengucap maaf hingga lebh baik diam daripada mengucap maaf. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Mengucap maaf sama sekali tak menganggap kedudukan seseorang itu menjadi rendah, maaf tak berarti harus dari yang muda kepada yang tua, yang bodoh kepada yang pintar, istri kepada suami tapi lebih kepada ikhlas memaafkan untuk mewujudkan keharmonisan rasa dalam hidup.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Maaf tidak akan berguna jika suatu saat kita mengorek kembali luka yang lama, maaf takkan ada artinya jika sikap kita kepada yang berbuat salah terhadap kita dibatasi oleh rasa keseganan, karena saat maaf diucapkan berarti hati kita sudah sangat ikhlas untuk menyadari bahwa kita setiap orang  bisa punya salah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Mari saling memaafkan&#8230;..bukan karena alasan sosial tapi karena dulu aku pun pernah memaafkan orang-orang yang tak pernah memaafkanku&#8230;&#8230;.ingat Allah Maha Pemaaf&#8230;..barang siapa yang tak memaafkan dan mengikhlaskan sesuatu yang pernah menyakitkannya dengan atau tanpa sepengetahuan orang yang menyakiti  maka tentunya dia merasa sombong melebihi Pencipta&#8230;Naudzubillah Min Dzalik&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Minal Aidin Wal Fa idzin&#8230;Met Lebaran 1431 H<br />
</span></p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/09/fenomena-memaafkan/"><img src="http://img.youtube.com/vi/fk1ySf9fO4Y/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Kebenaran semua kembali pada Allah SWT Tuhan segenap alam&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Wallahualam&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=613&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/09/fenomena-memaafkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/09/idul-fitri-card.jpg?w=272" medium="image">
			<media:title type="html">idul-fitri-card</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qadha &amp; Fidyah Ibu Hamil &amp; Menyusui</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/03/qadha-fidyah-ibu-hamil-menyusui/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/03/qadha-fidyah-ibu-hamil-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 08:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[fidyah]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[qadha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Penyusun: Ummu Ziyad Murajaah: Ust. Aris Munandar Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=608&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;">Penyusun: Ummu Ziyad<br />
Murajaah: Ust. Aris Munandar</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kedua kondisi terakhir, memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> <strong>1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa</strong><br />
Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”</em> (Qs. Al Baqarah[2]:184)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Berkaitan dengan masalah ini, Ibnu Qudamah <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” (<em>al-Mughni</em>: 4/394)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><span id="more-608"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” <em>(al-Majmu’</em>: 6/177, dinukil dari majalah <em>Al Furqon</em>)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>3 .Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh karena itulah, kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan. Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya – bahwa puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. (Al Furqon, edisi 1 tahun <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Untuk kondisi ketiga ini, ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua, yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa’di rahimahumallah</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu Abbas <em>radhiallahu’anhu</em>, “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">dan perkataan Ibnu ‘Umar<em> radhiallahu’anhu </em>ketika ditanya tentang seorang wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya, maka beliau berkata, “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.” (al-Baihaqi dalam <em>Sunan </em>dari jalan Imam Syafi’i, sanadnya shahih)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dan ayat Al-Qur’an yang dijadikan  dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanyaf membayar fidyah adalah, <em>“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.”</em> (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan anaknya dianggap sebagai orang yang tercakup dalam ayat ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan <em>hafidzahullah</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan disertai membayar fidyah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada kondisi pertama dan kedua, yaitu wajibnya bagi orang yang tidak berpuasa untuk mengqadha di hari lain ketika telah memiliki kemampuan. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha puasa ini karena tidak ada dalam syari’at yang menggugurkan qadha bagi orang yang mampu mengerjakannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">“…Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin…” (Qs. Al-Baqarah [2]:184)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Hal ini juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abbas <em>radhiallahu’anhu</em>, “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa’ul Ghalil). Begitu pula jawaban Ibnu ‘Umar <em>radhiallahu’anhu</em> ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Adapun perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar <em>radhiallahu’anhuma</em> yang hanya menyatakan untuk berbuka tanpa menyebutkan wajib mengqadha karena hal tersebut (mengqadha) sudah lazim dilakukan ketika seseorang berbuka saat Ramadhan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">—</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Demikian pembahasan tentang qadha dan fidyah yang dapat kami bawakan. Semoga dapat menjadi landasan bagi kita untuk beramal. Adapun ketika ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, maka ketika saudari kita menjalankan salah satu pendapat ulama tersebut dan berbeda dengan pendapat yang kita pilih, kita tidak berhak memaksakan atau menganggap saudari kita tersebut melakukan suatu kesalahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Semoga Allah memberikan kesabaran dan kekuatan bagi para Ibu untuk tetap melaksanakan puasa ataupun ketika membayar puasa dan membayar fidyah tersebut di hari-hari lain sambil merawat para buah hati tercinta. Wallahu a’alam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Maraji’:<br />
Majalah<em> As Sunnah</em> Edisi Khusus Tahun IX/1426H/2005M<br />
Majalah<em> Al Furqon</em> Edisi 1 Tahun VII 1428/2008<br />
Majalah <em>Al Furqon</em> Edisi Khusus Tahun VIII 1429/2008<br />
Kajian <em>Manhajus Salikin</em>, 11 Desember 2006 bersama Ust. Aris Munandar hafidzahullah<br />
<em>Panduan dan Koreksi Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan,</em> Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah. Majelis Ilmu. Cet 1 2008</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">http://muslimah.or.id<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/608/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=608&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/09/03/qadha-fidyah-ibu-hamil-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Sadar Masih Disayang&#8230;..</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/24/tak-sadar-masih-disayang/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/24/tak-sadar-masih-disayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 21:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[disayang]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[22 Agustus 2010&#8230;tepatnya hari minggu kemarin&#8230;..merupakan hal yang harus kusyukuri&#8230;..harusnya&#8230;walau sedikit terlambat&#8230;&#8230;. Bukan karena harilibur hingga dapat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, bukan juga karena bisa isirahat di rumah, bukan itu bukan aktivitasnya yang disyukuri&#8230;.. jika itu hampir tak berhenti mulut ini berbicara. Hampir tak lelah punggung ini tegak untuk mendengarkanmu wahai pasien-pasien yang kusayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=601&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">22 Agustus 2010&#8230;tepatnya hari minggu kemarin&#8230;..merupakan hal yang harus kusyukuri&#8230;..harusnya&#8230;walau sedikit terlambat&#8230;&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bukan karena harilibur hingga dapat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, bukan juga karena bisa isirahat di rumah, bukan itu bukan aktivitasnya yang disyukuri&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/pelangi-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-602" title="pelangi 2" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/pelangi-2.jpg?w=215&#038;h=184" alt="" width="215" height="184" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">jika itu hampir tak berhenti mulut ini berbicara. Hampir tak lelah punggung ini tegak untuk mendengarkanmu wahai pasien-pasien yang kusayang yang entah mengapa mendekati berbuka semakin banyak&#8230;dan bertumpuk&#8230;hingga berbuka pun hanya dengan seteguk air teh&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Tak hayal ada beberapa ibu berjilbab yang tetap marah dan tak sabar ketika reseptionis klinik di depan berkata&#8230;&#8221;maaf bu,dokternya sholat sebentar&#8230;&#8221;&#8230;&#8230;sambil menunda waktu konsultasi sekitar 10 menit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ya&#8230;&#8230;.pasien banyak berarti banyak konsultasi, namun itu tak patut disyukuri&#8230;.malah sedih&#8230;melihat orang banyak sakit&#8230;dan bukan berulang&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Bukan itu semua, saatnya tiba ketika hari hampir dini hari dan waktu menutup klinik tiba sudah, dengan tidak maksud &#8216;mengusirku&#8217; para karyawan berkata &#8220;ayo dok pulang, aura gawat darurat nih kalo dokter yang jaga&#8221;&#8230;canda mereka sambil segera mengunci-ngunci ruang-ruang yang terbuka&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Malam itu aku naik ojek lagi, bukan untuk menjaga agar mobil tidak lecet, tapi keadaan anakku yang sakit dirumah tak pelak membuatku seperti &#8216;berlari&#8217; dengan ojek&#8230;.ya&#8230;ojek &#8216;biasa&#8217; di pangkalan klinik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Saat itu sudah dekat dengan rumah, dengan mata yang sedikit terpejam lalu sontak terkaget dan bengong menatap motor-motor yang berhamburan dijalan terbalik, terlempar bahkan nyungsup digot karena tabrakan beruntun yang serupa karambol&#8230;.(serupa itu pula mungkin Tuhan kita melihat dari atas sana)&#8230;..entah ujian atau hukuman buat mereka&#8230;yang pasti sedih melihat mereka&#8230;.namun sekejap 3 orang yang terkapar itu bangun dan saling pukul,karena yang memulai tabrakan terjadi ternyata dalam keadaan mabok&#8230;&#8230;.(masih untung tak ada anak kecil&#8230;tak ada yang terluka parah&#8230;.tak ada kewajibanku turun&#8230;)&#8230;&#8221;aahhh ingat anak lg sakit dirumah..&#8221;&#8230;.bisikku dalam hati.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ojekku lalu melaju menuju rumah, Akhirnya tiba dirumah dengan selamat..&#8221;Assalamualaikum&#8230;..&#8221;kuucapkan begitu masuk rumah&#8230;..hmmm sepertinya semua sudah terlelap&#8230;..sesegera mungkin aku ke kamar dan melihat putriku&#8230;.&#8221;alhamdulillah&#8230;panasnya sudah turun&#8230;&#8230;.sepertinya giginya mau tumbuh lagi&#8221;. Sesegera mungkin ku bersihkan badan dan mulai menjalankan kewajiban melapor kepada Sang Pencipta&#8230;.hingga akhirnya kuterlelap disamping putriku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sahur tiba, kami sekeluarga mulai makan sahur dan ditutup dengan sholat subuh&#8230;&#8230;iseng-iseng aku main ke halaman depan rumah&#8230;tampak acara syuting-syuting banyak berkumpul ditetangga rumahku&#8230;.&#8221;ah&#8230;buat film<em> independent</em> kali yah?&#8221;&#8230;pikirku dalam bathin&#8230;..karena hal tersebut sudah biasa di daerah kami&#8230;.aku kembali ke kamar dan tertidur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Aktivitas berlangsung sangat biasa, aku bangun dan ke tempat kerja, namun tiba-tiba aku dikagetkan oleh sapaan karyawan yang berujar &#8220;..dok, samping rumah dokter dirampok tadi malam jam 3 subuh&#8230;6 perampok berpistol&#8230;.habis tuh isi rumah&#8230;&#8221;&#8230;yah&#8230;sontak saja aku terkaget sambil melihat koran pemberian karyawanku itu&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sambil bengong melihat dan menyadari <em>Headline</em> di koran itu&#8230;lokasinya tepat samping rumahku&#8230;.tenyata acara syuting itu karena rumah itu baru dirampok oleh kelompok bersenjata..Astagrfirullah&#8230;..&#8221;mungkin aku terlalu  kecapean hingga terlelap&#8221;&#8230;..ucapku setengah bengong.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Merasakan&#8230;.tiba-tiba bulu kudukku bergidik&#8230;&#8221;Yang Maha Kuasa melindungiku selalu&#8221;&#8230;..seraya mengucap syukur yang terdalam&#8230;&#8221;Ya Allah&#8230;&#8230;maafkan aku yang Tak Pernah Menyadari&#8230;betapa Kau Masih Menyayangiku&#8230;.&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;sambil tertunduk kaku  dimejaku dengan kedua tangan terbuka menengadah bersyukur masih dengan lidah yang kelu.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=601&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/24/tak-sadar-masih-disayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/pelangi-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pelangi 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal Kecil Yang Menyentuh..Bagiku!</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/22/hal-kecil-yang-menyentuh-bagiku/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/22/hal-kecil-yang-menyentuh-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 15:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar menulis]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[error]]></category>
		<category><![CDATA[hal kecil]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[menyentuh]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;ma&#8230;..sudah adzan berbuka?&#8221; tanyaku yang setengah tersengal-sengal. &#8220;ya ya ya sudah&#8230;ayo cepat berbuka!ada bawa aqua kan di bus??, ayo cepat simpen hapemu nanti di jambret orang!&#8221; jawab wanita tua di ujung telefon sana sembari dengan nada tergesa-gesa menutup telefon. Ya&#8230;&#8230;.ini kali kedua aku berbuka di bus&#8230;..berasa terasing sendiri, padahal nyatanya tidak&#8230;.aku hanya mengasihani diriku sendiri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=596&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/seriously__id__by_sweetscissorlips.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-598" title="Seriously__ID__by_sweetscissorlips" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/seriously__id__by_sweetscissorlips.jpg?w=287&#038;h=300" alt="" width="287" height="300" /></a>&#8220;ma&#8230;..sudah adzan berbuka?&#8221; tanyaku yang setengah tersengal-sengal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">&#8220;ya ya ya sudah&#8230;ayo cepat berbuka!ada bawa aqua kan di bus??, ayo cepat simpen hapemu nanti di jambret orang!&#8221; jawab wanita tua di ujung telefon sana sembari dengan nada tergesa-gesa menutup telefon.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Ya&#8230;&#8230;.ini kali kedua aku berbuka di bus&#8230;..berasa terasing sendiri, padahal nyatanya tidak&#8230;.aku hanya mengasihani diriku sendiri, buktinya banyak dari mereka yang naik bus. Tentu saja inilah yang membuat orangtuaku kadang panik  ketika tahu aku naik bus, maklum aku jarang sekali naik angkutan um, bukan karena aku tidak mau tapi karena tidak diizinkan mungkin karena seringnnya aku nyasar hingga ke luar kota&#8230;fuiiihhhh orang yang aneh memang&#8230;tinggal di kota Jakarta tapi tidak tahu naik bus&#8230;.hiyyy anehnya aku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Sepertinya aku terlalu beringas menghabiskan 2 bungkus roti dan menenggak setengah isi botol aqua dengan sekali teguk tanpa tarik napas!hee&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Setengah kulirik dua orang di sebelahku (saat ini aku duduk di pojok dekat jendela kursi isi 3 orang), &#8220;hmmmm gadis itu berbuka dengan es krim saja&#8230;apa kenyang yah?&#8221; pikir jahilku dalam otakku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><span id="more-596"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Beralih ke gadis disampingku&#8230;.&#8221;hmm..dia membawa kotak nasi tapi mengapa dia tidak makan disaat berbuka&#8230;..mungkin dia bukan muslim ya?&#8221;&#8230;ahhh cerewet sekali otakku ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Dasar error isi kepalaku mulai melalang buana merangkai kata untuk sekedar mengurai isi hidupku&#8230;..atau setidaknya makna hari ini, di bantu dengan musik latar dari 4 orang pengamen di bus&#8230;.(beruntung sekali aku ga dapat kursi ditengah&#8230;tempat biasa para pengamen hinggap:).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Kadang untuk beberapa orang, berbuka di dalam bus adalah hal yang biasa&#8230;..dan untuk sebagian yang yang lain itu adalah hal yang luar biasa (dalam arti baik)&#8230;&#8230;termasuk aku ^&#8212;&#8212;^</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Hingga akhirnya terlalu banyak hikmah yang bisa ku gali dalam satu kali naik bus&#8230;..(dasar inspirasiku banyak yang &#8216;mencrot&#8217; di tanganku hingga tak berhenti bercerita).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Ku tatap sosok yang duduk didepanku ini, anak muda gaya modis dengan sweeter kupluk warna putih, ku lihat headset hape tergantung dilehernya&#8230;.ku lihat banyak gelang ditangannya (gelang laki-laki yang berwarna hitam), hmm&#8230;rupanya anak ini cukup keren dengan potongan rambut gaya To Ming Tse (salah ga ya penulisannya?!)&#8230;.badannya ceking jadi tak terlihatjika dia pakai sweeter gombrang begitu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Namun mengapa dia terlihat menunduk terus menyandarkan kepala dikursi depannya, sejenak ku pandangi orang itu (ahh dasar iseng )&#8230;.terlihat di menyapu-nyapu layar hapenya, bukan karena maniak gadget&#8230;tapi hape nokia jadul yang digunakannya sepertinya sudah langka di jual orang walau dengan spesifikasi yang yahud&#8230;ahhh aku juga mau kalau dia mau jual second&#8230;sssttt!!!bukan ini topiknya&#8230;.bukan di hapenya&#8230;..tapi di gambar wallpaper hape cowok keren itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Wallpapernya bergambarkan dia dan perempuan disampingnya&#8230;..(masih dengan muka tertunduk pada kursi di depannya)&#8230;.ahh hebat bukan aku bisa melihat lewat pantulan kaca di depanku&#8230;.(ampun&#8230;iseng banget aku ini)&#8230;.Stop!ternyata gambar itu bukan hanya mereka berdua..namun ditengahnya tampak ada foto anak laki-laki diantaranya&#8230;ooohhh ternyata foto tadi dia dan istrinya&#8230;..hmm lelaki hebat (pikirku dalam hati&#8230;).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Tau tidak apa yang hebat dari dia?, dia mampu bergulat di jakarta, turun naik bus hanya untuk makan istri dan anaknya, sebenarnya bukan nominal yang dinilai tapi kebersmaan yang dinilai dan perngorbanan dan pertarungan ego laki-laki untuk mengalahkan ibukota&#8230;.ahhh harusnya tak takut dengan ibukota&#8230;kan dia bapak-bapak&#8230;heeee.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Jarang sekali ada lelaki yang mengingat istrinya&#8230;.apalagi harus menghiasi wallpaper hapenya, kebanyakan dari mereka hanya menaruh gambar anaknya saja&#8230;..(bukan pengalaman loh&#8230;) hanya banyak melihat hape temanku yang laki-laki saja&#8230;.dia hebat bagiku&#8230;itu saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Ahh&#8230;.lagu ini tiba-tiba membuyarkan lamunanku tentang sosok lelaki keren eh&#8230;ayah keren ahh ga keren-keren amat (karena kurus) yang tak tampak lusuh setelah bergulat setiap hari dengan jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Coba ku dengar baik-baik lagu ini&#8230;(sepertinya dia pengamen ke lima&#8230;hee)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">&#8220;&#8230;Alhamdulillah&#8230;Wa syukurilah&#8230;..bersyukur padaMu Ya Allah&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Kau jadikan kami saudara&#8230;&#8230;hilanglah segala perbedaan&#8230;&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">&#8230;&#8230;Ahhhh&#8230;&#8230;lagu yang menyentuh&#8230;..sebentar akan ku beri receh ah&#8230;..dia sudah menghibur nuraniku untuk sedikit lunak terhadap banyaknya perbedaan yang sering ku hadapi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Tak terasa sudah hampir tiba di tujuan&#8230;.ku lihat sekilas lelaki itu turun dari bus dengan wajah segar seperti baru bangun pagi&#8230;..sekilas aku berpikir &#8220;wah&#8230;kalau ada yang berpikir bapak itu adalah anak kelas 3 SMA mungkin aku masih mengiyakan&#8230;..namun hal kecil yang iya kerjakan&#8230;.bukan untuk orang lain,walau hanya dia sendiri&#8230;&#8230;banyak tak bisa dilakukan oleh orang lain&#8230;.&#8221;Ahhh&#8230;dia hebat&#8230;&#8221;gumamku sekali lagi dalam hati.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Hmmmm&#8230;ini hanya sekedar guratan cerita untuk mereka yang hobby buka puasa di bus&#8230;..sepertinya akupun akan mengikuti hobby kalian bukan untuk mengamati laki-laki itu (lebay dah)!! namun untuk mendapat pelajaran lain untuk sedikit mengorek hati kita bersama bahwa penampilan sangat menipu namun prilaku sangat menegakkan diagnosa pribadi orang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Jangan kaget&#8230;jangan aneh&#8230;jangan bingung&#8230;.jika saya satu bus dengan anda&#8230;dan mungkin sekarang..mungkin nanti kalianlah objek yang sedang ku bincangkan pribadi menariknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Jangan marah tentunya&#8230;karena ini hanya sharing&#8230;bahwa dari HAL KECIL YANG KAU LAKUKAN DAPAT BERDAMPAK LUAR BIASA UNTUK ORANG LAIN. Mulailah melakukan hal yang kecil yang luar biasa mulai saat ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">#Aku di ruang  jaga masih mengingat moment buka puasa di bus&#8230;.aneh yang menyentuh#<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=596&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/22/hal-kecil-yang-menyentuh-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/seriously__id__by_sweetscissorlips.jpg?w=287" medium="image">
			<media:title type="html">Seriously__ID__by_sweetscissorlips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Untuk Pewaris Tanah Air</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/18/mimpi-untuk-pewaris-tanah-air/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/18/mimpi-untuk-pewaris-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 17:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[my concern...]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[garuda]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiaku]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ironis]]></category>
		<category><![CDATA[negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[pewaris]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[tanah air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, senja sudah usiamu&#8230;.65 tahun&#8230;selama itulah kau melindungi kami dengan namamu, dengan keramahtamahanmu dengan kepercayaanmu pada kami dengan lima agama dalam organmu. Sungguh tak jauh kericuhan SARA dari sayapmu&#8230;..sungguh tak lari morat marit sosialisme dari kepalamu&#8230;belum lagi kegaduhan ekonomi di dadamu. Sungguh berat bebanmu di usiamu yang lanjut. Bagai orangtua kami, tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=576&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, senja sudah usiamu&#8230;.65 tahun&#8230;selama itulah kau melindungi kami dengan namamu, dengan keramahtamahanmu dengan kepercayaanmu pada kami dengan lima agama dalam organmu. Sungguh tak jauh kericuhan SARA dari sayapmu&#8230;..sungguh tak lari morat marit sosialisme dari kepalamu&#8230;belum lagi kegaduhan ekonomi di dadamu. Sungguh berat bebanmu di usiamu yang lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-indonesia5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-586" title="anak-indonesia" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-indonesia5.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bagai orangtua kami, tak hentinya kau ditegur Yang Maha Kuasa atas kekacauan yang anak-anakmu buat..yaitu kami, Bagai Ayah yang selalu kuatir anaknya pergi jauh, seperti itulah hatimu ketika banyak anak yang sakit paru-paru saat para pengusaha rokok itu menjadi milyuner dalam jajaran internasional. Bagai ibu yang tak henti menangis saat banyaknya anak-anak garuda yaitu bocah-bocah calon pemilik negeri ini yang menderita gizi buruk ditengah bumi pertiwi yang subur.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-576"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sudah enam orang pemimpin yang menahkodaimu mencapai kemakmuran namun semakin banyak kericuhan yang terjadi pada zaman ini disaat usiamu lanjut&#8230;.disaat kau harusnya hanya mendengar kedamaian dan kebanggaan anak-anak negeri karena memikimu.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/bendera1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-587" title="bendera" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/bendera1.jpg?w=285&#038;h=177" alt="" width="285" height="177" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh tak ada satupun yang bisa kuperbuat untuk menghapus sedih di rona wajahmu, selain mendengarkan kau bercerita tentang jahatnya mereka mengejekmu tanpa memahami apa yang telah kau lakukan untuk tetap merdeka. Sungguh pun ku tahu jika hatimu bagai orangtua pastilah yang kau inginkan adalah agar anak-anak negeri menyayangimu dan membela merah putih dimanapun di pelosok dunia mereka berada.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun aku hanyalah manusia biasa, bukan pengusaha rokok yang rela menutup perusahaannya agar tak ada lagi ayah-ayah atau ibu-ibu yang merokok akhirnya agar tak ada anak yang sakit dan meninggal karena sakit paru-paru.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun bukan pemimpin negeri yang mampu mengambil keputusan untuk mengakomodir permintaan rakyatku, aku pun bukan bangsawan yang mampu melata bersama jelata.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari itu akupun bukan penjaga keamanan negeri yang mampu bertempur demi keharuman negeriku, bukan yang mampu menaruh senyum di wajah warga pinggiran yang menanti rangkulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku hanya seorang dokter yang sebisa mungkin mengobati orang semampuku, dan juga seorang ibu yang membesarkan anakku dengan kasih sayang kepada bangsanya yang adalah tanah kelahiranku, tentu saja kau Indonesiaku.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-anak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-588" title="anak-anak" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-anak.jpg?w=300&#038;h=216" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Jangan pernah bersedih terlalu lama hingga kau tak mampu berdiri dan mendonggakkan kepada untuk menatap tantangan millenium. Karena kau negeriku yang kutahu dulu tak pernah menyerah tentu sekarangpun kau tak boleh menyerah, karena kau masih memiliki kami orang yang dengan bangga memakai barang &#8216;MADE IN INDONESIA&#8217;. Engkau masih memiliki kami orang-orang menatap haru saat benderamu berkibar, orang-orang yang sedih dan berdetak kencang jantung kami ketika mendengar bangsa lai mengejekmu, orang-orang yang sedih melihat para penjaga rakyat menganiaya rakyatnya. Kami pun sedih takkala orang lebih banyak antusias pada pemilihan atau acara bergengsi di televisi dibandingkan terjun langsung pada lokasi bencana pada salah satu badan negerimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah negeri yang tak pernah henti didera &#8216;hujan&#8217;&#8230;&#8230;.Sabarlah negeriku&#8230;&#8217;pelangi&#8217;mu pasti datang seperti mimpi anak-anak garuda itu akan negeri penuh kedamaian dan kesejahteraan. Mimpi yang pasti nyata dengan usaha tak kenal lelah dari anak negeri yang tak pernah letih belajar dari negara lain yang maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun ada yang berubah dari negeriku, kau tambah modern, kau tambah individualis hingga kadang hilang timbul isu pertikaian dan perpisahan antar pertiwiku, Namun ingatlah Indonesiaku, kasih sayang adalah salah satu hal yang menyatukan kita untuk tetap bertahan walau tentu lebih sulit dibanding mereka yang tak berpulau-pulau.</p>
<p style="text-align:justify;">Hutang jasaku padamu yang menaungiku sama seperti hutangku pada orangtuaku yang membesarkanku sejak kecil&#8230;.sebanyak itu pula yang belum bisa ku balas untuk sebuah janji kepada anak-anakku agar mereka bangga memilikimu sebagai Tanah Air mereka&#8230;Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/xh001.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-589" title="xh001" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/xh001.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Satu janji untuk pewaris Indonesia kelak tentu kan kuceritakan kepada mereka betapa besarnya pengorbananmu akan kesatuan serakan pulau-pulau itu untuk sebuah pengakuan internasional walau dengan darah dan usaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ini untuk mimpimu Indonesiaku&#8230;..&amp; mimpi orang-orang yang menyayangimu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=576&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/18/mimpi-untuk-pewaris-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-indonesia5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anak-indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/bendera1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bendera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/anak-anak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anak-anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/xh001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">xh001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>detikcom : Mabes Polri: Polwan Pakai Jilbab Sah-sah Saja</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/17/detikcom-mabes-polri-polwan-pakai-jilbab-sah-sah-saja/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/17/detikcom-mabes-polri-polwan-pakai-jilbab-sah-sah-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 22:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[my concern...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/17/detikcom-mabes-polri-polwan-pakai-jilbab-sah-sah-saja/</guid>
		<description><![CDATA[title : Mabes Polri: Polwan Pakai Jilbab Sah-sah Saja summary : Mabes Polri tidak mempersoalkan imbauan Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam agar anggota Polwan memakai jilbab. Alasannya, karena hanya sebatas imbauan bukan perintah. (read more)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=573&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>title : Mabes Polri: Polwan Pakai Jilbab Sah-sah Saja<br />
 summary : Mabes Polri tidak mempersoalkan imbauan Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam agar anggota Polwan memakai jilbab. Alasannya, karena hanya sebatas imbauan bukan perintah. <a href='http://surabaya.detik.com/read/2009/03/05/133945/1094852/466/mabes-polri-polwan-pakai-jilbab-sah-sah-saja'>(read more)</a><a></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=573&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/17/detikcom-mabes-polri-polwan-pakai-jilbab-sah-sah-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Ramadhanmu penuh Amarah</title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/561/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/561/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 08:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[orang biasa]]></category>
		<category><![CDATA[RAMADHAN]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, Marhaban Ya Ramadhan&#8230;&#8230;Selamat Datang bulan penuh berkah, selamat datang bulan penuh ampunan. Syukur yang tak terjabar atas nikmat bertemu kembali dengan bulan penuh rahmah ini. Ramadhan yang mulia telah memasuki hari ketiga, banyak sekali hal yang telah kita lewati dan hadapi baik dengan pemikiran ataupun tanpa pemikiran di lajunya detik Ramadhan. Mari kita isi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=561&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Assalamualaikum,</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/forgive__by_selftitlednightmare1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-563" title="forgive__by_SelfTitledNightmare" src="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/forgive__by_selftitlednightmare1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Marhaban Ya Ramadhan&#8230;&#8230;Selamat Datang bulan penuh berkah, selamat datang bulan penuh ampunan. Syukur yang tak terjabar atas nikmat bertemu kembali dengan bulan penuh rahmah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhan yang mulia telah memasuki hari ketiga, banyak sekali hal yang telah kita lewati dan hadapi baik dengan pemikiran ataupun tanpa pemikiran di lajunya detik Ramadhan. Mari kita isi hari-hari Ramadhan kita dengan lebih bertawakal dan bersyukur atas nikmat dan ampunan yang tak pernah terhenti dari Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya apakah maksud adanya Ramadhan ini? Ramadhan ada agar para manusia beristighfar dan bertaubat atas kesalahan dan kekhilafan yang telah terurai dalam 11 bulan sebelumnya. Datangnya Ramadhan agar kita kembali mawas diri dan menahan diri untuk semua ujian dan cobaan yang di berikan Pencipta kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Ujian dan Cobaan ini bukan hanya dalam bentuk kesusahan  namun rezeki dan kebahagiaan kita itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur&#8217;an mengajarkan kita untuk berdo&#8217;a: &#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya&#8230;&#8221;(QS 2: 286).</p>
<p style="text-align:justify;">Do&#8217;a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah SWT. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Bulan Ramadhan ini yang paling sering kita hadapi bagaimana menyikapi ujian dan beban bukan dengan kemarahan, kemarahan itu berdampak buruk pada berkurangnya nilai puasa kita serta dampak kesedihan untuk orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, mengapa kita marah?, Menurut <strong>Charles Spielberger PhD</strong>, seorang psikolog spesialis dalam studi tentang kemarahan, kemarahan adalah keadaan emosional yang intensitasnya bervariasi dari iritasi ringan hingga kemarahan yang intens dan balas dendam. Seperti halnya emosi yang lain, rasa marah dibarengi perubahan-perubahan biologis dan fisiologis, seperti detak jantung, tekanan darah, dan hormonal.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa marah bisa disebabkan baik oleh peristiwa eksternal maupun internal. Anda bisa marah karena ulah atasan atau bawahan Anda, atau karena suatu kejadian tertentu seperti kemacetan lalu lintas, namun bisa juga disebabkan problem yang ada dalam diri Anda sendiri, masa lalu Anda atau pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan lainnya yang terekam dalam ingatan, sehingga dapat memicu kemarahan pada suatu saat tertentu, tanpa peristiwa eksternal yang signifikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah beberapa <a href="http://geghans.blogspot.com/2010/04/macam-macam-gaya-marah-yg-manakah-gaya.html">ekspresi kemarahan</a> yang berbeda pada beberapa orang, diantaranyanya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">● Eksplosif ●</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini biasanya ditandai dengan rasa marah yang disertai teriakan keras, melempar barang atau membanting pintu. Bukan hanya anak kecil yang mengalaminya, banyak orang dewasa yang mengungkap amarahnya dengan cara meledak-ledak. Luapan emosi yang eskplosif bisa terjadi karena adrenalin yang menyala, dan Anda bisa jadi ‘menikmati’ kondisi tersebut. Jika tidak diatasi, emosi justru makin tinggi dan bisa membuat Anda makin marah, dan melakukan hal merugikan.</p>
<p><strong>Cara mengatasi :</strong> Menurut Ronald Potter-Efron, Ph.D, seorang psikiater, seperti dikutip dari Real Simple, penelitian menunjukkan respon kemarahan secara neurologis, kurang dari dua detik. Jika tidak segera dikontrol, bisa meledak. Cobalah untuk menghitung hingga 10 hitungan saat rasa marah muncul. Dalam jeda waktu tersebut kontrol emosi Anda. Lalu, daripada meluapkan rasa marah dengan cara eksplosif, lebih baik ungkapkan dengan kata-kata pada orang yang memicu kemarahan Anda, seperti “saya sangat kecewa kamu melakukan itu”.</p>
<p><span id="more-561"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">● Menyakiti dan menyalahkan diri sendiri ●</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pria dan wanita yang menyalahkan atau bahkan menyakiti diri sendiri sebagai luapan kemarahannya. Biasanya muncul pikiran, “Ini salahku, sehingga semuanya berantakan”. Pemikiran tersebut bisa memicu seseorang menyakiti diri sendiri seperti menyilet tangan atau membenturkan kepala ke tembok. Hal itu bisa terjadi, karena kepercayaan diri Anda menurun, dan menyalahkan diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara mengatasi : </strong>Setiap kali Anda merasakan dorongan menyalahkan atau menyakiti, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, “Siapa yang mengatakan bahwa saya bertanggung jawab untuk ini?”, lalu “Apakah saya benar-benar percaya itu?”. Buat juga daftar kelebihan atau hal positif yang Anda miliki untuk meningkatkan kepercayaan diri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">● Penyangkalan ●</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Anda sering berkata “Saya baik-baik saja” atau “Tidak masalah”, padahal emosi sedang tinggi. Tidak hanya itu, Anda malah memasang senyum dan berusaha keras untuk menutupi amarah. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang selalu ingin terlihat baik di sekelilingnya atau ia tidak terbiasa memperlihatkan perasaannya di depan orang lain. Hal ini tentu tidak baik, karena setiap orang harus menyalurkan emosinya dan itu adalah hal alami.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara mengatasi : </strong>Tantang diri Anda untuk mengeluarkan emosi. Pikirkan apakah pemicu rasa marah sudah sangat menyakitkan. Jika iya, mulailah luapkan amarah dengan menuliskan di kertas dan tunjukkan pada orang lain. Hal ini melatih Anda memperlihatkan emosi sekaligus mengontrolnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">● Sarkasme ●</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat dalam keadaan marah Anda bisa mengeluarkan kata-kata yang tajam, umpatan dan langsung memasang wajah judes. Hal itu menandakan reaksi negatif Anda sangat dominan, bukan hanya saat marah tetapi juga memandang segala hal. Jika didiamkan, Anda bisa kehilangan teman atau bahkan pasangan, karena ucapan yang bernada sarkasme, dan menyakiti orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara mengatasi : </strong>Gantilah umpatan Anda dengan kata-kata yang lebih baik. Ekspresikan kemarahan dengan kata-kata yang tepat, bukan dengan kata-kata kotor. Selalu ingat bahwa setiap hal yang Anda ucapkan akan berdampak besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, Mengapa orang tertentu bisa lebih pemarah dibanding orang lain? Menurut <strong>Jerry Deffenbacher PhD</strong>, seorang psikolog yang mengkhususkan diri dalam anger management, ada orang-orang tertentu yang terlahir mudah marah dibanding dengan orang-orang rata-rata lainnya. Ada bayi-bayi yang terlahir dengan mudah menangis terhadap absennya hal-hal yang diharapkannya, misalnya susu yang datang terlambat, menangis semalaman, dan hal itu telah terlihat semenjak usia dininya.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor lain adalah <em>sociocultural</em>. Orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang pemarah, belajar bahwa untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, atau menghindari apa yang tidak diinginkannya dengan cara marah. Penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga memainkan peranan penting dalam menumbuhkan rasa marah seseorang. Umumnya, orang yang mudah marah berasal dari keluarga yang destruktif, kacau dan kurang terampil dalam mengomunikasikan emosinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa didukung dengan akhlak yang baik, terasa mudah untuk melalui ujian dan cobaan baik yang susah maupun senang, namun banyak lagi dari saudara kita yang teramat payah mengoperasikan managemen  stress ataupun managemen amarah dalam menyikapi ujian dalam hidupnya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur&#8217;an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman: &#8220;Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.&#8221; (QS 2: 155)</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas: &#8220;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan &#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8221;. (Qs 2: 156)</p>
<p style="text-align:justify;">Arti kalimat itu adalah : &#8220;Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.&#8221; Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka-maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Qur&#8217;an!</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, ditengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam banyaknya ujian dan cobaan dalam hidup kita, manusia sering kali terjebak pada kegagalan melebur dalam ujian kesusahan ini, yaitu disaat kita dapat merasakan amarah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://www.henlia.com/?p=190">Cara Mengendalikan Marah</a></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan mengendalikan masalah emosi, seperti kecemasan, kesedihan dan lain-lain, umumnya kita tidak ”dididik” untuk mengendalikan emosi marah. Adalah lumrah dan dapat dimengerti apabila seseorang mengalami kecemasan dan kesedihan, misalnya, dan bagaimana cara mengatasinya, namun tidak lumrah seseorang mengalami kemarahan dan mengekspresikannya, sehingga kita tidak terdidik untuk mengatasi, mengendalikan dan menyalurkan emosi marah secara konstruktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya, kecenderungan orang dalam mengatasi rasa marah ada tiga macam, yaitu mengekspresikan, menekan, dan menenangkannya. Mengekspresikan rasa marah dengan cara yang asertif, bukan agresif adalah cara yang paling sehat dalam mengekspresikan rasa marah. Untuk dapat melakukan hal itu, Anda harus belajar untuk mengenali apa yang membuat Anda marah, dan bagaimana dapat mengatasinya, tanpa menyakiti orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi asertif bukan berarti memaksa atau menuntut orang lain berperilaku tertentu, namun berarti menghormati diri sendiri dan juga menghormati orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Menekan rasa marah atau menyalurkannya pada hal-hal lain, seperti berolah raga, melakukan kegiatan yang menyenangkan hingga taraf tertentu dapat mengatasi masalah, namun memiliki bahaya. Yaitu kemarahan itu sendiri tidak tersalurkan, sehingga dapat merusak diri sendiri dalam jangka panjang, dan dapat mengakibatkan kecenderungan patologis lain, seperti pasif agresif, sinis dan senang mengkritik orang lain, sehingga cenderung menimbulkan masalah dalam berhubungan dengan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Menenangkan diri juga merupakan upaya untuk menekan kemarahan. Namun, bahkan bila hal itu dapat dicapai, hal itu tetap sulit untuk dipertahankan karena kemarahan itu sendiri tidak tersalurkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada prinsipnya, emosi marah tidak dapat ditekan, dikesampingkan atau diabaikan begitu saja. Semakin berusaha untuk ditekan, semakin hal itu akan mengendalikan perilaku Anda dan semakin merusak hubungan Anda dengan orang lain. Namun, Anda tidak dapat pula menghindari, mengesampingkan atau melenyapkan hal-hal atau orang-orang yang membuat Anda marah. Tetapi, Anda dapat belajar untuk mengendalikan reaksi terhadap hal-hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tip-tip di bawah ini adalah mengenai bagaimana Anda bisa mengendalikan reaksi Anda tersebut dari dalam diri, tanpa mengganggu-gugat faktor eksternal seperti keadaan, situasi, dan orang-orang lain yang secara harafiah tidak dapat kita kendalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Mengubah cara pikir.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar mengendalikan reaksi Anda berarti mengubah cara berpikir dan memandang hal-hal yang membuat Anda marah. Contoh, apabila berhadapan dengan lalu lintas yang menyebalkan, daripada berpikir -bahwa hal tersebut merusak seluruh agenda Anda hari itu, Anda dapat menggantinya dengan pikiran bahwa hal itu memang keterlaluan, tetapi bukan berarti kiamat karena semua orang juga mengalami hal serupa.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Berpikir secara proporsional dan dengan perspektif yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatkan diri Anda setiap kali Anda marah, bahwa kondisi yang ada atau orang-orang lain tidak selalu bermaksud ingin menyakiti Anda. Hal itu akan membantu Anda untuk berpikir secara proporsional dan dalam perspektif yang benar. Ingat bahwa kecenderungan internal (sperti mood, ingatan) Anda juga memainkan peranan dalam rasa marah Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Segala sesuatu bersifat relatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap menuntut, memaksa, dan merasa diperlakukan tidak adil atau tidak sepatutnya juga perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak mutlak. Keadilan, kepatutan bersifat sangat relatif, tergantung pada siapa dan dari sudut mana memandangnya. Hal itu perlu dilakukan, agar toleransi kita terhadap hal-hal tersebut bukan lagi suatu masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Memahami hal-hal yang “tidak tertulis”</p>
<p style="text-align:justify;">Kadangkala kita perlu memahami hal-hal di balik yang terlihat. Seorang atasan yang berlaku tidak adil mungkin sekali karena ia mendapat tekanan dari atasannya. Seorang yang berlaku tidak sopan dalam mengendarai kendaraannya mungkin sedang terburu waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Berdamai dengan diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya kita harus memaafkan kesalahan dan kekurangan kita sendiri. Adalah manusiawi, bila seseorang tidak dapat menahan rasa marahnya. Bahkan, memendamnya, mengabaikannya merupakan suatu tindakan destruktif yang perlu dihindari. Yang perlu kita lakukan adalah bertindak asertif, tanpa menyakiti hati orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa menghilangkan rasa marah, dan juga bukan ide yang baik untuk menghilangkan rasa marah. Hidup penuh dengan peristiwa-peristiwa yang membuat frustrasi, rasa sakit, dan hal-hal yang tidak dapat diramalkan. Anda tidak dapat mengubahnya, tetapi Anda dapat mengubah bagaimana kejadian-kejadian tersebut dapat mempengaruhi Anda</p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlu mendapat perhatian disini adalah saat kita menghadapi ujian dan cobaan baik dalam suka dan duka tetap kembalilah kepada Allah SWT dan bersama orang-orang terdekat anda&#8230;agar saat anda terjatuh, khilaf ataupun terlepas dari kaedah keislaman, maka orang-orang disekitar andalah yang berperan mengembalikan anda, yaitu teman anda, sahabat anda, istri atau suami atau keluarga anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya percaya di dunia kita ini, ditempati bukan saja oleh orang-orang baik dan taat beragama, namun juga orang-orang yang tersesat dan layak kita rangkul dan jaga agar dia memperoleh hidayah yang sama dengan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kapankah kita tahu kita merasa mendapat berkah dan hidayah dari Allah SWT ? yaitu saat kemarin kita masih saling mengejek,dan menyumpahi orang lain atas salah yang kita pikir mereka lakukan pada kita, atau kebiasaan mengutuki diri sendiri ketika gagal ataupun terpuruk, dan kini berganti kelapangan dan syukur serta perbanyak istighfar ketika memperoleh keburukan dalam hidup kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekaligus sebagai bahan perenungan saya, mengenang saat mengutuki diri saat mendapati diri melakukan kesalahan dan kesusahan yang teramat sangat disaat berjuang mati-matian, namun sekarang berganti syukur dan istighfar tak kunjung berhenti saat menyadari hp yang seharga dua bulan gaji tercebur dalam air tak masalah asalkan buah hati semata wayang sehat wal afiat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita manusia, kadang hanya bisa menyesali dan bertaubat diakhir perjalanan hidup, namun jika bisa kita lakukan sekarang, lalu mengapa tidak kita mulai sekarang juga di bulan suci ini, bulan dimana kita berlomba-lomba memperbaiki diri dan menyadari bahwa kita tak hidp sendiri, bahwa ada saatnya orang-orang yang kita sayangi memerlukan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari sama-sama belajar&#8230;bahwa tak mudah menjadi sempurna, yang ada belajar menjadi sempurna&#8230;.dan kembali kepada Al-Quran &amp; Al-Hadist.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahualam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Wassalamualaikum Wr Wb.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=561&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/561/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ginapriani.files.wordpress.com/2010/08/forgive__by_selftitlednightmare1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">forgive__by_SelfTitledNightmare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/559/</link>
		<comments>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/559/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 15:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginapriani</dc:creator>
				<category><![CDATA[my concern...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/559/</guid>
		<description><![CDATA[Nikita Willy &#8211; Kutetap Menanti.mp3get more free mp3 &#38; video codes at www.musik-live.net<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=559&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" border="0" width="0" height="0" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI4MTY1MzA*MjExNiZwdD*xMjgxNjUzMDc3OTA4JnA9NTYyMDEyJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWIyNGRiODA1Nzkw/ZjRkMTZhMWM*NWVkYWNlMWIzNjVmJm9mPTA=.gif" />
<div align="left">
<table border="0" bgcolor="#000000" width="315">
<tr>
<td><a target="_blank" href="http://www.index-of-mp3.com/download-Nikita_Willy_-_Kutetap_Menanti-fsxV7rTW-g-.html" title="Nikita Willy - Kutetap Menanti.mp3"><span style="color:#49A3FF;font-size:xx-small;">Nikita Willy &#8211; Kutetap Menanti.mp3</span><br /><img title="Nikita Willy - Kutetap Menanti.mp3" border="0" src="http://img502.imageshack.us/img502/8661/purple.gif" width="295" height="51" /></a><br /><a target="_blank" title="www.musik-live.net : Free Streaming Mp3 &amp; Videos Online" href="http://www.musik-live.net"><span style="color:#49A3FF;font-size:xx-small;">get more free mp3 &amp; video codes at www.musik-live.net</span></a></td>
</tr>
</table>
</div>
<div align="left"><iframe frameborder="0" width="323" height="28" src="http://wpcomwidgets.com/?width=315&amp;height=20&amp;src=http%3A%2F%2Fi39.photobucket.com%2Falbums%2Fe159%2Fnormanski%2Fplayers%2Fxplayexr.swf&amp;quality=high&amp;flashvars=%26file%3D%26type%3Dmp3%26height%3D20%26width%3D315%26showeq%3Dtrue%26autostart%3Dtrue%26repeat%3Dfalse%26shuffle%3Dfalse%26volume%3D100%26menu%3Dfalse%26searchbar%3Dfalse%26backcolor%3D0x1E0B02%26frontcolor%3D0x49A3FF%26lightcolor%3D0x87B6CD&amp;wmode=tranparent&amp;allowfullscreen=false&amp;_tag=gigya&amp;_hash=f653950a33b3e676a9133db84cdeb336" id="f653950a33b3e676a9133db84cdeb336"></iframe></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ginapriani.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ginapriani.wordpress.com/559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ginapriani.wordpress.com&amp;blog=4078493&amp;post=559&amp;subd=ginapriani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginapriani.wordpress.com/2010/08/13/559/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5a063c0be77eee7a8c985feddd835c2?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kiki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI4MTY1MzA*MjExNiZwdD*xMjgxNjUzMDc3OTA4JnA9NTYyMDEyJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWIyNGRiODA1Nzkw/ZjRkMTZhMWM*NWVkYWNlMWIzNjVmJm9mPTA=.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://img502.imageshack.us/img502/8661/purple.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Nikita Willy - Kutetap Menanti.mp3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
