DILEMA IMUNISASI MMR & AUTISME

12 Oct

Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur Edmonton atau Schwarz yang telah dilemahkan, Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan dan Antigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.

Perdebatan yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autisme dengan imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa imunisasi MMR dapat mengakibatkan Autisme. Namun banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan bahwa autism tidak berkaitan dengan imunisasi MMR.

Bila mendengar dan mengetahui kontroversi serta perdebatan tentang imunisasi & autis tersebut, maka jangankan masyarakat awam bahkan beberapa klinisi pun jadi bingung. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Bahwa benar saat ini seluruh dunia sangat khawatir dengen meningkatnya wabah penyakit menular akibar virus MMR yg menyebabkan meningkatnya angka kematian bayi dan anak. Lalu lantas jangan karena imaginary scared, suatu ketakutan yang tidak beralasan dan tidak terbukti mengenai vaksin MMR-autis ini, anak anda malah dihadapkan ke bahaya-bahaya nyata yang dapat terjadi bila tidak/menunda vaksin MMR, sebuah resiko tinggi yang tidak hanya berpotensi membahayakan jiwa, tetapi juga membuat cacat seumur hidup. Please be smart, for the sake of your beloved children.

Alangkah bijaknya, jika anda lebih memperhatikan bahaya yang bisa dicegah dengan imunisasi MMR dibandingkan dengan ketakutan tak beralasan tentang efek autis yang katanya disebabkan oleh imunisasi MMR. Walaupun kebenaran tentang efek autis tersebut masih kalah data.

Bahaya yang dapat disebabkan virus MMR diantaranya : Mumps/gondongan bisa menyebabkan anak menjadi tuli. Virus measle/campak bisa menimbulkan radang otak atau viral encephalitis, dan bila terinfeksi bisa menyebabkan kerusakan pada otak, CP vegetatif (hidup – tetapi seperti tanaman akibat kerusakan otak) atau bahkan kematian. Virus rubella bisa menyebabkan bayi cacat (katarak, kelainan jantung, otaknya rusak dan kecil), dll.

Setelah kita mengetahui efek diatas, masih inginkah anda menyelamatkan anak anda lebih dini, sebelum kesalahan anda yang lakukan justru mencelakai si kecil kesayangan anda.

Adapun penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan autism hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi) autis. Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus. Misalnya, bila orang tua anak autis berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi.

Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat dalam populasi lebih luas. Kalau itu terjadi, kita akan terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari penderita autism juga harus dihindari anak sehat lainnya. Jadi, logika tersebut harus dimengerti dan dipahami dengan baik.

Penelitian dalam jumlah besar dan luas secara epidemiologis lebih bisa dipercaya untuk menunjukkan sebab akibat dibandingkan laporan beberapa kasus yang jumlahnya relatif tidak bermakna secara umum. Beberapa institusi atau badan kesehatan dunia yang bergengsi pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk tetap meneruskan pemberian imunisasi MMR. Hal ini juga menambah keyakinan, bahwa memang Imunisasi MMR memang benar aman dan tidak mengakibatkan Autis.

Para peneliti tentang studi ini mempelajari lebih dari 1.000 referensi yang ada di literatur ilmiah dan menggambarkan bahwa riset mereka tidak mendukung hipotesa bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme, gangguan spektrum autisme atau penyakit inflamasi usus.

Institute of Medicine (IOM) Committee Rejects Causal Relationship Between Measles-Mumps-Rubella Vaccine and Autism Spectrum Disorder Pada suatu diskusi publik tgl. 23 April 2001, Komite institusi obat yang menelaah keamanan imunisasi mengeluarkan suatu laporan yang mana mereka menyimpulkan penolakan terhadap hubungan kausal/penyebab antara vaksin campak-gondong-rubela (MMR) dan gangguan spektrum autisme, yang dikenal sebagai autisme.

Studi pada 31 anak-anak di Finlandia dengan gejala-gejala gastrointestinal setelah kira-kira 3 juta anak yang divaksinasi. Dr. Peltola dkk, setelah lebih dari 10 tahun mengikuti efek samping-efek samping yang berasosiasi dengan vaksin MMR, menemukan tidak adanya data yang menghubungkan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan anak atau penyakit inflamasi usus.

Berikut dibawah ini pernyataan sikap dari berbagai pihak :

KONTROVESI AUTISME DAN IMUNISASI MMR

  • Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada kaitan antara kejadian autisme pada anak dengan imunisasi MMR.
  • Pernyataan WHO: MMR tidak ada hubungannya dengan Autisme.
  • Barlow WE et al. Tidak ada konsekuensi efek samping jangka panjang yang ditemukan sehubungan dengan pemberian vaksin DPT dan MMR ( The risk of seizures after receipt of whole-cell pertussis or measles, mumps, and rubella vaccine), N Engl J Med. 2001 Aug 30;345(9):656-61.
  • American Academy of Pediatrics secara berkesinambungan merekomendasi para orang tua untuk memvaksinasi penuh anak-anaknya untuk mencegah penyakit yang berbahaya seperti campak. Walaupun ada usulan beberapa orang agar kombinasi MMR dipisah, menurut kami tidak ada alasan untuk melakukan hal tsb.
  • Charles G. Prober, MD, FAAP, Bukti-bukti menunjukkan bahwa genetiklah, bukan vaksin MMR yang  menyebabkan autisme (Evidence shows genetics, not MMR vaccine, determines autism), AAP News December 1999.
  • Brent Taylor, mendapatkan kesimpulan bahwa kelompok anak yang tidak mendapatkan MMR juga terdapat kenaikan kasus autism yang sama dengan kelompok yang diimunisasi MMR, 1979.
  • Institute of medicine, suatu badan yang mengkaji keamanan vaksin telah melakukan kajian yang mendalam antara hubungan autisme dan MMR. Badan itu melaporkan bahwa secara epidemiologis tidak terdapat hubungan antara MMR dan ASD.
  • Dales dkk seperti yang dikutip dari JAMA (Journal of the American Medical Association) 2001, menyimpulkan kenaikan angka kasus autisme di California, tidak berkaitan dengan mulainya pemberian MMR.
  • The British Journal of General Practice mempublikasikan penelitian De Wilde, pada bulan Maret 2001, Menyimpulkan tidak terdapat perubahan perilaku anak secara bermakna antara kelompok kontrol dan kasus post vaksin MMR.
  • Jurnal ilmiah Archives of Disease in Childhood, September 2001, The Royal College of Paediatrics and Child Health, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung adanya hipotesis kaitan imunisasi MMR dan autisme.
  • The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman.
  • Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris termasuk the British Medical Association, Royal College of General Practitioners, Royal College of Nursing, Faculty of Public Health Medicine, United Kingdom Public Health Association, Unison, Sense, Royal Pharmaceutical Society, Public Health Laboratory Service and Medicines Control Agency, pada bulan Januari tahun 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif untuk melindungi anak dari penyakit.
  • The Committee on Safety of Medicine (Komite Keamanan Obat) pada bulan Maret 2001, menyatakan bahwa kesimpulan dr. Wakefield tentang vaksin MMR terlalu premature. Tidak terdapat sesuatu yang mengkhawatirkan.
  • The Scottish Parliament’s Health and Community Care Committee, juga menyatakan pendapat tentang kontroversi yang terjadi, yaitu berdasarkan pengalaman klinis berbasis bukti, tidak terdapat hubungan secara ilmiah antara MMR dan Autisme atau Crohn disease.
  • The Irish Parliament’s Joint Committee on Health and Children pada bulan September 2001, melakukan review terhadap beberapa penelitian termasuk presentasi dr. Wakefield yang mengungkapkan autisme berhubungan dengan MMR. Menyimpulkan tidak ada hubungan antara MMR dan autisme.
  • Link-link pernyataan yang mendukung tidak adanya hubungan antara autis- vaksin MMR :

http://www.who.int/inf-pr-2001/en/state2001-02.html

http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/en/

http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/statement200308/en/index.html

http://www.who.int/vaccine_safety/topics/thiomersal/questions/en/index.html

http://www.nap.edu/catalog/10101.html

Pada awalnya ttentu tak bisa dipungkiri pasti anda bingung….begitupun saya, tapi anda berhak mencari second opinion, bagaimanapun ini hidup anak anda yang sedang kita bicarakan. Setiap hal yang diusahakan untuk kemaslahatan umat manusia tentu ada gunanya, begitupun vaksin. Vaksin mempunyai dampak kemanusiaan yang sangat besar karena diciptakan untuk mencegah terjangkitnya penyakit-penyakit infeksi yang sering timbul dan mudah menular. Memang vaksin tidak memberikan proteksi 100%, tapi setidaknya bila si anak terkena penyakit yg sudah dapat vaksinnya, maka kerugian yang ditimbulkan akan sangat berkurang. Bukankah mencegah sebelum terjadi jauh lebih baik daripada mengobati?

Mulailah berpikir untuk membuka pemikiran anda, apa yang terbaik untuk orang lain pasti juga yang terbaik untuk kita. Artikel ini saya kumpulkan, semata hanya untuk bekal menepis isu negatif tentang vaksin MMR karena kebenarannya vaksin MMR bukan penyebab autisme. Apapun pilhan anda, saya hargai, semoga itu bukan pilihan yang buruk yang ada pilih untuk buah hati yang anda kandung selama 9 bulan bulan penuh. Start to think!!!from now on…. Berpikirlah cepat dan mulailah sekarang….

 

 

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.