Fenomena Memaafkan…..

9 Sep

Lebaran adalah moment kemenangan (bagi yang menang,baca: menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sepenuh hati), sekaligus lebaran di nobatkan sebagai ajang saling memaafkan terbesar dalam negeri kita ini (yang mayoritas beragama islam). Namun arti terbesar di balik adanya Ramadhan salam tiap tahun Hijriah adalah sebagai tempat kita ‘menegur’ hati, untuk sejenak berhenti menjalani hidup dan mengamati kesalahan pribadi. Sehingga lebih afdolnya Lebaran bukan hanya moment untuk unjuk baju baru, unjuk pacar baru tapi sebagai wadah untuk menyadari kekhilafan diri kepada diri sendiri, keluarga dan bahkan alam yang kita tinggali. Sekaligus sebagai ritual silaturrahmi untuk saling mengenal dan menjalin tali kekeluargaan.

Kata yang paling banyak digunakan saat lebaran adalah maaf. Maaf adalah sebuah kata yang fenomenal (setidaknya untukku^_^)…maaf lahir bathin berarti maaf dikata maaf dihati (hanya berlaku untuk orang-orang tulus ^_^)….lalu apakah kau termasuk orang-orang yang tulus ?, tentu bukan dirimu sendiri yang menilai ketulusan dirimu, tulus berarti memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain serta tetap berlaku sewajarnya bahkan memperlakukan ‘lawan’ kita sebaik mungkin.


Diantara beberapa orang yang hidup di bumi kita ada beberapa orang yang bahkan tidak memberi maaf dirinya sendiri, memaafkan dimulut tapi dihati tidak, memaafkan dihati dan dimulut namun belum bisa bersosialisasi seperti sewajarnya, adapun yang  memaafkan dan melupakan hal yang telah usai.

Mudahnya kata maaf dapat digunakan oleh beberapa orang tanpa ada perasaan risih karena sudah terbiasa menggunakan kata maaf dalam setiap kalimat yang dia hendak utarakan, misalnya: “maaf pak, saya boleh bertanya?”, ” maaf, kaki anda menginjak kaki saya”, “maaf, kamu terlalu baik”, maaf pak dompet bapak jatuh”, contoh beberapa penggunaan kata maaf diatas sungguh tak diperlukan karena tak ada yang perlu dimaafkan atau tak ada yang salah di lakukan oleh pengguna kata maaf tadi, hanya kebiasaan lafal yang untuk beberapa orang terdengar aneh atau bahkan sedikit lucu.

Diatas semua itu, maaf dapat berarti segalanya, sepenuh hati untuk diutarakan karena takut menyinggung atau bahkan karena sangat menghargai seseorang maka kata maaf sacral digunakan. ada yang sangat sulit menggunakan kata maaf sehingga tubuhnya kadang kaku hingga demam saat akan mengucap kata maaf, ada yang sangat sulit mengucap maaf hingga lebh baik diam daripada mengucap maaf.

Mengucap maaf sama sekali tak menganggap kedudukan seseorang itu menjadi rendah, maaf tak berarti harus dari yang muda kepada yang tua, yang bodoh kepada yang pintar, istri kepada suami tapi lebih kepada ikhlas memaafkan untuk mewujudkan keharmonisan rasa dalam hidup.

Maaf tidak akan berguna jika suatu saat kita mengorek kembali luka yang lama, maaf takkan ada artinya jika sikap kita kepada yang berbuat salah terhadap kita dibatasi oleh rasa keseganan, karena saat maaf diucapkan berarti hati kita sudah sangat ikhlas untuk menyadari bahwa kita setiap orang  bisa punya salah.

Mari saling memaafkan…..bukan karena alasan sosial tapi karena dulu aku pun pernah memaafkan orang-orang yang tak pernah memaafkanku…….ingat Allah Maha Pemaaf…..barang siapa yang tak memaafkan dan mengikhlaskan sesuatu yang pernah menyakitkannya dengan atau tanpa sepengetahuan orang yang menyakiti  maka tentunya dia merasa sombong melebihi Pencipta…Naudzubillah Min Dzalik…..

Minal Aidin Wal Fa idzin…Met Lebaran 1431 H

Kebenaran semua kembali pada Allah SWT Tuhan segenap alam…

Wallahualam…..


Advertisement

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.