hari ini aku berlari kecil di trotoar di pinggiran ibukota
wajahku sempat tersenyum menatap langit…
indah….tapi tak lebih indah dari hatiku saat ini….
hari ini…aku melangkah keluar dari habitatku
tanpa diantar ortu, kakak atau ortuku…
mereka membiarkan aku belajar mengenal sebuah wajah yang sempat
ku tinggal kan 7 tahun yang lalu…
“wah…..wajahmu begitu berbeda saat ini…begitu menawan….
tapi lebih jahat memperlakukan anak negerimu sendiri
wahai jakarta….ibukotaku….”
ku tetap berjalan…melangkah…..menyusuri jalan-jalan berliku ini..
“ah…mentari itu begitu panas…..menerpa wajahku…..,senangnya
ada perisaiku…jilbabku…tersayang yang menutupi wajahku…. dari sengatan matahari….
…terus ku lewati waktu tanpa menoleh alur kisah lain di sekelilingku…..
tanpa sadar sudah waktuku pulang……
tiba-tiba ku sadari…..
ah…..aku ga tau jalan pulang……
ku coba berpikir keras bagaimana caranya……
ahg…ku coba saja…..bertanya-tanya…walaupun banyak orang bilang….
hati-hati jika di ibukota berjalan bertanya jalan…
yang ada malah dibodohi orang……
lalu kutatap sekumpulan pemuda-pemudi berpakaian trendy
kupandangi sekitar sisi lain…
lalu pandanganku terhenti pada seorang ibu-ibu paruh baya namun tampak lemah
mungkin karena berat badannya yang diluar batas toleransi badannya…
ahg…lagi-lagi analisa seorang dokter…
tapi aku tertawa sendiri menatap bajuku yang tanap ku sadari ku pakai di separuh hari ini…..
yup……sweeter ungu tua lengkap dengan jilbab ungu muda dengan celana cargo hitam……pas benget dengn sepatu kets kesayanganku……
betul-betul hilang wajah dokterku…..
dan aku cukup nyaman hari ini…..saja….
ahg….cukup ku tertawai sosokku hari ini…
kembali ke ibu tadi….
iseng saja kuhampiri dia….
dengan wajah tersenyum… aku melihatnya…
dia berbalik bertanya…..
” mau kemana neng?”
ku jawab “ke tol timur ibu…,ibu mau kemana…..?”
dia menjawab…”mau ke btc…., naik apa yah neng…?”
agh…” sepertinya kita naik bus yang sama….” ujarku…
maka nampaklah wajah sumringah ibu tersebut……
…..
lalu tibalah saat dimana kami mulai berlari…menapaki trotoar…
berlari mengejar bus kota yang berjalan ….
berharap bus tersebut….sudi mampir mengangkut kami….
akhirnya…..kami berhasil naik dan duduk berdampingan…..
yah….walau hanya 1/3 pantatku yang menduduki kursi …hehe
aneh rasanya..kenapa….yah….geli juga melihat gayaku hari ini….
kenapa susah sekali melepas ibu ini sendiri…..
sempat terpikir tadi hendak menelpon supir untuk menjemputku pulang….
tapi begitu ada ibu ini…luluh hatiku….
lama kami berada di bus untuk sedikit bercakap-cakap…
ibu itu berujar…”ibu senang sekali hari ini….tadi ada yang nyebrangin jalan…
lalu ada neng yang bantu naik bus….
sekarang jagain ibu….lagi….”
aku sempat terdiam ….
lalu yang keluar dari bibirku..hanya …..kalimat…
“pasti sholat ibu yang bantu….”
..ibu itu lalu berkata….” begitu yah? alhamdulillah….”
heehe senang banget dengar kepolosan ibu itu…..
memang anugerah luar biasa jika kita dibantu orang yang tidak kita kenal….
“ah….! stop pak stop….!”ujar ibu itu…waduh…mungkin ibu ini mau turun yah……
dan betul saja…..ku bantu beliau turun…dengan wajah sedih ku lepas juga di seturunnya dari bus…..
ahg….
hari ini begitu berharga…
punya cerita berarti yang bisa ku tulis dengan wajah berubah-rubah seperti permen nano-nano….
agh…..inginku di hari tuaku nanti…..ada orang yang mau mengulurkan tangan buatku…
bantu menopang badanku (jika badanku gendut nanti)
dan ada yang mau menemaniku….
agh….sungguh…..impian seorang yang berharap lebih…..di hari tua…
mungkin aku iya….
tak mengapa….
karena aku mulai tertunduk saat ku tiba di rumah….
mungkinkah ada…
satu orang saja…yang bisa menatapku
dengan penuh kasih…
di hari tua…..
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.