Kenal phimosis……lebih dekat.

24 Sep

                           dr.Gina Apriani M

Jika anak laki-laki anda sering panas tanpa gejala lain yang jelas, apa lagi ditambah keluhan nyeri di perut. Maka anda sebagai orang tua harus cekatan memeriksa kelamin anak anda, Bisa saja anak anda menderita phimosis.

Phimosis adalah suatu keadaan dimana ujung preputium (kulit luar penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah) melewati glans (kepala penis) yang biasanya dapat mengkibatkan obstruksi air seni. Bila hal ini dibiarkan terus tanpa ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan peradangan pada penis, ditambah klien yang mengalami phimosis ini akan menderita, karena akan mengalami nyeri bila sedang BAK.

 

 

 

Continue reading 

Tags: , , , ,

DILEMA IMUNISASI MMR & AUTISME

12 Oct

Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur Edmonton atau Schwarz yang telah dilemahkan, Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan dan Antigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.

Perdebatan yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autisme dengan imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa imunisasi MMR dapat mengakibatkan Autisme. Namun banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan bahwa autism tidak berkaitan dengan imunisasi MMR.

Continue reading 

Tags: , , , , ,

Fenomena Memaafkan…..

9 Sep

Lebaran adalah moment kemenangan (bagi yang menang,baca: menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sepenuh hati), sekaligus lebaran di nobatkan sebagai ajang saling memaafkan terbesar dalam negeri kita ini (yang mayoritas beragama islam). Namun arti terbesar di balik adanya Ramadhan salam tiap tahun Hijriah adalah sebagai tempat kita ‘menegur’ hati, untuk sejenak berhenti menjalani hidup dan mengamati kesalahan pribadi. Sehingga lebih afdolnya Lebaran bukan hanya moment untuk unjuk baju baru, unjuk pacar baru tapi sebagai wadah untuk menyadari kekhilafan diri kepada diri sendiri, keluarga dan bahkan alam yang kita tinggali. Sekaligus sebagai ritual silaturrahmi untuk saling mengenal dan menjalin tali kekeluargaan.

Kata yang paling banyak digunakan saat lebaran adalah maaf. Maaf adalah sebuah kata yang fenomenal (setidaknya untukku^_^)…maaf lahir bathin berarti maaf dikata maaf dihati (hanya berlaku untuk orang-orang tulus ^_^)….lalu apakah kau termasuk orang-orang yang tulus ?, tentu bukan dirimu sendiri yang menilai ketulusan dirimu, tulus berarti memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain serta tetap berlaku sewajarnya bahkan memperlakukan ‘lawan’ kita sebaik mungkin.

Continue reading 

Tags: , ,

Qadha & Fidyah Ibu Hamil & Menyusui

3 Sep

Penyusun: Ummu Ziyad
Murajaah: Ust. Aris Munandar

Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu.

Kedua kondisi terakhir, memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya.

1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa
Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.

Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat,

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)

Berkaitan dengan masalah ini, Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” (al-Mughni: 4/394)

2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa

Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.

Continue reading 

Tags: , , , , ,

Tak Sadar Masih Disayang…..

24 Aug

22 Agustus 2010…tepatnya hari minggu kemarin…..merupakan hal yang harus kusyukuri…..harusnya…walau sedikit terlambat…….

Bukan karena harilibur hingga dapat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, bukan juga karena bisa isirahat di rumah, bukan itu bukan aktivitasnya yang disyukuri…..


jika itu hampir tak berhenti mulut ini berbicara. Hampir tak lelah punggung ini tegak untuk mendengarkanmu wahai pasien-pasien yang kusayang yang entah mengapa mendekati berbuka semakin banyak…dan bertumpuk…hingga berbuka pun hanya dengan seteguk air teh….

Tak hayal ada beberapa ibu berjilbab yang tetap marah dan tak sabar ketika reseptionis klinik di depan berkata…”maaf bu,dokternya sholat sebentar…”……sambil menunda waktu konsultasi sekitar 10 menit.

Ya…….pasien banyak berarti banyak konsultasi, namun itu tak patut disyukuri….malah sedih…melihat orang banyak sakit…dan bukan berulang…..

Bukan itu semua, saatnya tiba ketika hari hampir dini hari dan waktu menutup klinik tiba sudah, dengan tidak maksud ‘mengusirku’ para karyawan berkata “ayo dok pulang, aura gawat darurat nih kalo dokter yang jaga”…canda mereka sambil segera mengunci-ngunci ruang-ruang yang terbuka….

Malam itu aku naik ojek lagi, bukan untuk menjaga agar mobil tidak lecet, tapi keadaan anakku yang sakit dirumah tak pelak membuatku seperti ‘berlari’ dengan ojek….ya…ojek ‘biasa’ di pangkalan klinik.

Saat itu sudah dekat dengan rumah, dengan mata yang sedikit terpejam lalu sontak terkaget dan bengong menatap motor-motor yang berhamburan dijalan terbalik, terlempar bahkan nyungsup digot karena tabrakan beruntun yang serupa karambol….(serupa itu pula mungkin Tuhan kita melihat dari atas sana)…..entah ujian atau hukuman buat mereka…yang pasti sedih melihat mereka….namun sekejap 3 orang yang terkapar itu bangun dan saling pukul,karena yang memulai tabrakan terjadi ternyata dalam keadaan mabok…….(masih untung tak ada anak kecil…tak ada yang terluka parah….tak ada kewajibanku turun…)…”aahhh ingat anak lg sakit dirumah..”….bisikku dalam hati.

Ojekku lalu melaju menuju rumah, Akhirnya tiba dirumah dengan selamat..”Assalamualaikum…..”kuucapkan begitu masuk rumah…..hmmm sepertinya semua sudah terlelap…..sesegera mungkin aku ke kamar dan melihat putriku….”alhamdulillah…panasnya sudah turun…….sepertinya giginya mau tumbuh lagi”. Sesegera mungkin ku bersihkan badan dan mulai menjalankan kewajiban melapor kepada Sang Pencipta….hingga akhirnya kuterlelap disamping putriku.

Sahur tiba, kami sekeluarga mulai makan sahur dan ditutup dengan sholat subuh……iseng-iseng aku main ke halaman depan rumah…tampak acara syuting-syuting banyak berkumpul ditetangga rumahku….”ah…buat film independent kali yah?”…pikirku dalam bathin…..karena hal tersebut sudah biasa di daerah kami….aku kembali ke kamar dan tertidur.

Aktivitas berlangsung sangat biasa, aku bangun dan ke tempat kerja, namun tiba-tiba aku dikagetkan oleh sapaan karyawan yang berujar “..dok, samping rumah dokter dirampok tadi malam jam 3 subuh…6 perampok berpistol….habis tuh isi rumah…”…yah…sontak saja aku terkaget sambil melihat koran pemberian karyawanku itu….

Sambil bengong melihat dan menyadari Headline di koran itu…lokasinya tepat samping rumahku….tenyata acara syuting itu karena rumah itu baru dirampok oleh kelompok bersenjata..Astagrfirullah…..”mungkin aku terlalu  kecapean hingga terlelap”…..ucapku setengah bengong.

Merasakan….tiba-tiba bulu kudukku bergidik…”Yang Maha Kuasa melindungiku selalu”…..seraya mengucap syukur yang terdalam…”Ya Allah……maafkan aku yang Tak Pernah Menyadari…betapa Kau Masih Menyayangiku….”………sambil tertunduk kaku  dimejaku dengan kedua tangan terbuka menengadah bersyukur masih dengan lidah yang kelu.

Tags: , , , ,

Hal Kecil Yang Menyentuh..Bagiku!

22 Aug

“ma…..sudah adzan berbuka?” tanyaku yang setengah tersengal-sengal.

“ya ya ya sudah…ayo cepat berbuka!ada bawa aqua kan di bus??, ayo cepat simpen hapemu nanti di jambret orang!” jawab wanita tua di ujung telefon sana sembari dengan nada tergesa-gesa menutup telefon.

Ya…….ini kali kedua aku berbuka di bus…..berasa terasing sendiri, padahal nyatanya tidak….aku hanya mengasihani diriku sendiri, buktinya banyak dari mereka yang naik bus. Tentu saja inilah yang membuat orangtuaku kadang panik  ketika tahu aku naik bus, maklum aku jarang sekali naik angkutan um, bukan karena aku tidak mau tapi karena tidak diizinkan mungkin karena seringnnya aku nyasar hingga ke luar kota…fuiiihhhh orang yang aneh memang…tinggal di kota Jakarta tapi tidak tahu naik bus….hiyyy anehnya aku.

Sepertinya aku terlalu beringas menghabiskan 2 bungkus roti dan menenggak setengah isi botol aqua dengan sekali teguk tanpa tarik napas!hee…..

Setengah kulirik dua orang di sebelahku (saat ini aku duduk di pojok dekat jendela kursi isi 3 orang), “hmmmm gadis itu berbuka dengan es krim saja…apa kenyang yah?” pikir jahilku dalam otakku.

Continue reading 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Mimpi Untuk Pewaris Tanah Air

18 Aug

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, senja sudah usiamu….65 tahun…selama itulah kau melindungi kami dengan namamu, dengan keramahtamahanmu dengan kepercayaanmu pada kami dengan lima agama dalam organmu. Sungguh tak jauh kericuhan SARA dari sayapmu…..sungguh tak lari morat marit sosialisme dari kepalamu…belum lagi kegaduhan ekonomi di dadamu. Sungguh berat bebanmu di usiamu yang lanjut.

Bagai orangtua kami, tak hentinya kau ditegur Yang Maha Kuasa atas kekacauan yang anak-anakmu buat..yaitu kami, Bagai Ayah yang selalu kuatir anaknya pergi jauh, seperti itulah hatimu ketika banyak anak yang sakit paru-paru saat para pengusaha rokok itu menjadi milyuner dalam jajaran internasional. Bagai ibu yang tak henti menangis saat banyaknya anak-anak garuda yaitu bocah-bocah calon pemilik negeri ini yang menderita gizi buruk ditengah bumi pertiwi yang subur.

Continue reading 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

detikcom : Mabes Polri: Polwan Pakai Jilbab Sah-sah Saja

17 Aug

title : Mabes Polri: Polwan Pakai Jilbab Sah-sah Saja
summary : Mabes Polri tidak mempersoalkan imbauan Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam agar anggota Polwan memakai jilbab. Alasannya, karena hanya sebatas imbauan bukan perintah. (read more)

Jika Ramadhanmu penuh Amarah

13 Aug

Assalamualaikum,

Marhaban Ya Ramadhan……Selamat Datang bulan penuh berkah, selamat datang bulan penuh ampunan. Syukur yang tak terjabar atas nikmat bertemu kembali dengan bulan penuh rahmah ini.

Ramadhan yang mulia telah memasuki hari ketiga, banyak sekali hal yang telah kita lewati dan hadapi baik dengan pemikiran ataupun tanpa pemikiran di lajunya detik Ramadhan. Mari kita isi hari-hari Ramadhan kita dengan lebih bertawakal dan bersyukur atas nikmat dan ampunan yang tak pernah terhenti dari Allah SWT.

Sebenarnya apakah maksud adanya Ramadhan ini? Ramadhan ada agar para manusia beristighfar dan bertaubat atas kesalahan dan kekhilafan yang telah terurai dalam 11 bulan sebelumnya. Datangnya Ramadhan agar kita kembali mawas diri dan menahan diri untuk semua ujian dan cobaan yang di berikan Pencipta kita.

Ujian dan Cobaan ini bukan hanya dalam bentuk kesusahan  namun rezeki dan kebahagiaan kita itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.

Al-Qur’an mengajarkan kita untuk berdo’a: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya…”(QS 2: 286).

Do’a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah SWT. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani.

Dalam Bulan Ramadhan ini yang paling sering kita hadapi bagaimana menyikapi ujian dan beban bukan dengan kemarahan, kemarahan itu berdampak buruk pada berkurangnya nilai puasa kita serta dampak kesedihan untuk orang lain.

Sebenarnya, mengapa kita marah?, Menurut Charles Spielberger PhD, seorang psikolog spesialis dalam studi tentang kemarahan, kemarahan adalah keadaan emosional yang intensitasnya bervariasi dari iritasi ringan hingga kemarahan yang intens dan balas dendam. Seperti halnya emosi yang lain, rasa marah dibarengi perubahan-perubahan biologis dan fisiologis, seperti detak jantung, tekanan darah, dan hormonal.

Rasa marah bisa disebabkan baik oleh peristiwa eksternal maupun internal. Anda bisa marah karena ulah atasan atau bawahan Anda, atau karena suatu kejadian tertentu seperti kemacetan lalu lintas, namun bisa juga disebabkan problem yang ada dalam diri Anda sendiri, masa lalu Anda atau pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan lainnya yang terekam dalam ingatan, sehingga dapat memicu kemarahan pada suatu saat tertentu, tanpa peristiwa eksternal yang signifikan.

Berikut ini adalah beberapa ekspresi kemarahan yang berbeda pada beberapa orang, diantaranyanya?

● Eksplosif ●

Hal ini biasanya ditandai dengan rasa marah yang disertai teriakan keras, melempar barang atau membanting pintu. Bukan hanya anak kecil yang mengalaminya, banyak orang dewasa yang mengungkap amarahnya dengan cara meledak-ledak. Luapan emosi yang eskplosif bisa terjadi karena adrenalin yang menyala, dan Anda bisa jadi ‘menikmati’ kondisi tersebut. Jika tidak diatasi, emosi justru makin tinggi dan bisa membuat Anda makin marah, dan melakukan hal merugikan.

Cara mengatasi : Menurut Ronald Potter-Efron, Ph.D, seorang psikiater, seperti dikutip dari Real Simple, penelitian menunjukkan respon kemarahan secara neurologis, kurang dari dua detik. Jika tidak segera dikontrol, bisa meledak. Cobalah untuk menghitung hingga 10 hitungan saat rasa marah muncul. Dalam jeda waktu tersebut kontrol emosi Anda. Lalu, daripada meluapkan rasa marah dengan cara eksplosif, lebih baik ungkapkan dengan kata-kata pada orang yang memicu kemarahan Anda, seperti “saya sangat kecewa kamu melakukan itu”.

Continue reading 

Tags: , , , , , , , ,

13 Aug

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.